IQ orang Indonesia termasuk rendah

World Population Record mencatat, IQ orang Indonesia termasuk rendah, bahkan di bawajh Kamboja. China tertinggi (ilustrasi: youtube)

WORLD Population Review (WPR) yang membandingkan tingkat kecerdasan rata rata penduduk sejumlah negara menyebutkan, IQ penduduk Indonesia termasuk rendah, bahkan di bawah Kamboja.

Ke depannya mungkin perlu juga dikaji, korelasi tingkat          kecerdasan atau IQ dengan tanpa risihnya seorang politisi berkilah tentang ucapan yang dilontarkan sebelumnya, mudahnya berbohong dan juga tergoda untuk berbuat korupsi atau pelajarnya gemar tawura tanpa sebab?

Menurut WPR,  skor IQ orang Indonesia 93,2 di bawah penduduk Kamboja di peringkat 94, dan International IQ Test menunjukkan, Indonesia memiliki skor rata-rata IQ 93,18, sedangkan Kamboja pada skor 93,97.

Secara global, dalam kedua data, Indonesia berada di posisi 98, sementara Kamboja berada di urutan ke 94 dan  di bawah Kamboja, Saudi Arabia Tajikistan dan Pakistan.

China menjadi negara dengan IQ tertinggi di dunia dengan skor 107,19 berdasarkan International IQ Test dan 107 berdasarkan WPR.

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 1.416 juta jiwa, seperti dikutip laman Nature, China mengedepankan pendidikan Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika atau STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics.

Daftar 10 Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia.

World Population Review
China : 107
Taiwan: 107
Hong Kong: 107
Macau: 107
Korea Selatan 106
Jepang: 106
Iran: 106
Singapura: 105
Rusia: 103
Mongolia 103
International IQ Test
China: 107,19
Korea Selatan: 106,43
Jepang: 106,4
Iran: 106,3
Singapura: 105,14
Rusia: 103,16
Mongolia: 102,86
Armenia: 102,58
Australia: 102,57
Spanyol: 102,3

IQ adalah ukuran standar yang digunakan untuk menilai kecerdasan manusia di berbagai bidang, seperti penalaran abstrak, memori, dan kemampuan dalam memecahkan masalah.

Dikutip dari laman Ebsco, konsep IQ muncul pada abad ke 20, yang pada awalnya dikaitkan dengan pengembangan tes kecerdasan oleh Alfred Binet.

Seringkali, tes ini digunakan dalam lingkungan pendidikan untuk mengidentifikasi siswa dengan kebutuhan khusus. Namun penilaian IQ juga semakin banyak digunakan di tempat kerja untuk perekrutan dan promosi.

Ke depannya mungkin perlu dikaji, korelasi antara tingkat kecerdasan atau IQ dan seorang politisi atau birokrat yang mudah berkilah tentang ucapan yang dilontarkan sebelumnya, mudah berbohong dan tergoda untuk berbuat korupsi atau pelajar yeng gemar tawuran tanpa sebab? (WPR/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here