Iran Bantah Serang Rumah Sakit, Sebut Targetnya Basis Militer Israel

Iran terus melancarkan serangan rudal balistiknya ke wilayah Israel sejak Jumat (13/6) lalu termasuk ke kota Tel Aviv (foto:al-Jazeera)

JAKARTA, KBKNews.id – Iran menegaskan bahwa serangannya ke wilayah selatan Israel pada Kamis pagi (19/6/2025) menyasar instalasi militer, bukan rumah sakit seperti yang diberitakan oleh beberapa media. Pernyataan ini disampaikan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.

Menurut IRNA, target serangan adalah markas besar komunikasi militer C4I milik tentara Israel serta fasilitas intelijen lainnya.

Mereka menambahkan bahwa rumah sakit yang sebelumnya disebut terkena serangan, sebenarnya hanya terdampak oleh gelombang kejut dari ledakan rudal tersebut.

Beberapa media sebelumnya melaporkan bahwa sebuah rudal Iran menghantam Soroka Medical Center di Kota Beersheba, wilayah selatan Israel, dan menyebabkan kerusakan cukup parah.

Rekaman yang dirilis media Israel memperlihatkan jendela-jendela yang pecah dan asap hitam membubung. Namun, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban akibat serangan itu.

Di sisi lain, Israel dilaporkan membalas dengan menyerang fasilitas reaktor air berat (heavy water) di Arak, Iran.

Menurut laporan televisi pemerintah Iran, lokasi tersebut telah dievakuasi sebelum serangan terjadi sehingga tidak menimbulkan kebocoran atau kerusakan besar.

Israel sebelumnya memang telah memberikan sinyal akan kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Perang rudal antara Iran dan Israel yang kini memasuki hari kelima telah menewaskan sedikitnya 244 orang di Iran dan 24 orang di Israel.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here