INDEKS Harga Saham Gabungan (ISHG) dalam sesi penutup perdagangan Rabu (4/2 pukul 16:00) dengan penguatan 24,12 poin atau 0,3 persen ke 8.146,717.
Penguatan IHSG, seperti dilapirkan Kontan disokong oleh sebagian indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Baku yang melonjak 3,32 persen.
Selanjutnya, IDX Sektor Keuangan naik 1,16%, IDX Sektor Perindustrian menguat 0,72%, IDX Sektor Transportasi dan Logistik naik 0,17 persen dan IDX Sektor Teknologi menguat 0,03 persen.
Sementara itu, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 4,02 persen di akhir perdagangan.
Berikutnya, IDX Sektor Infrastruktur turun 2,41 persen, IDX Sektor Barang Konsumen Primer melemah 1,63 persen dan IDX Sektor Energi yang turun 1,16 persen.
Disusul, IDX Sektor Properti dan Real Estate yang turun 0,79 persen dan IDX Sektor Kesehatan yang turun 0,33 persen.
Total volume transaksi bursa mencapai 45,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 25,48 triliun. Sebanyak 301 saham naik harga, 391 turun harga dan 125 flat.
Top gainers LQ45 hari ini terdiri dari:
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 9,39 persen
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 8,73 persen
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 7,58 persen
Top losers LQ45 hari ini adalah:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMN) turun 6,82 persen
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 6,81 persen
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 3,48 persen
- Gunjang-ganjing pasar modal di Indonesia terjadi BEI dua hari berturut-turut melakukan penghentian sementara (trading halt) perdagangan saham pada 28-29 Januari 2026 gegara anjloknya IHSG sampai delapan persen.
Jebloknya IHSG terjadi akibat kebijakan pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) diumumkan merupakan yang terendah setelah pernah runtuh pada saat krismon 1998. Situasitersebut dipicu oleh penilaian MSCI pada 27 Jan. terkait transparansi pasar saham domestik.





