BERLIN—Sentimen anti-Muslim meningkat di Jerman. Baru-baru ini, Germany Islamic Council, salah satu rumah organisasi Muslim terbesar di Jerman, mengungkapkan keprihatinannnya atas catatan terkait Islamofobia yang tinggi selama 2016. Terdapat lebih dari 90 serangan yang menargetkan masjid di Jerman.
Kepala Dewan Islam, Burhan Kesici, seperti dilansir Republika.co.id mengatakan, 91 serangan terhadap masjid itu merupakan indikasi tumbuhnya Islamofobia di Jerman. Ia pun mendesak pemerintah dan para pemimpin politik, segera bersuara dan mengambil tindakan.
“Andai mereka suarakan Muslim bukanlah ancaman melainkan bagian dari masyarakat ini, jika mereka memberitahu orang-orang masjid adalah tempat ibadah, akan lebih sedikit permusuhan terhadap Islam,” kata Kesici.
Meningkatnya Islamofobia dan sentimen anti-pengungsi dipicu oleh propaganda kanan dan populis, yang mengeksploitasi kekhawatiran krisis pengungsi. Bahkan, Polisi mengungkap statistik ada peningkatan signifikan atas kekerasan anti-Muslim.
Pada 2015, terdapat 75 serangan yang dilaporkan, dan pada 2014 ada hampir 60 serangan terjadi dengan target utama masjid. Tapi, walau ada pertumbuhan jumlah serangan yang menargetkan masjid, Polisi sering gagal mengidentifikasi pelaku.
Kesici mengkritik pemerintah karena dianggap tidak serius mengejar para tersangka. Padahal, dengan populasi 81,8 juta Jerman miliki penduduk Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis, dan dari empat juta Muslim yang ada tiga jutanya berasal dari Turki. ROL





