
ISRAEL agaknya tidak bakal menggubris seruan int’l termasuk dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya untuk tidak merespons serangan ratusan dron dan rudal balistik Iran, 13 April lalu dengan serangan balasan.
Untuk membujuk Israel agar mengurungkan niatnya membalas serangan Iran, AS, Uni Eropa dan negara-negara anggota G-7 berencana mempertimbangkan sanksi lebih ketat terhadap Iran.
Seperti dilansir Reuters dan AP (18/4), pucuk pimpinan Israel tanpa menyebutkan waktu dan opsi antara serangan terbatas dan mengerahkan seluruh kekuatan, bersumpah untuk membalasnya.
Saat menerima Menlu Inggeris David Cameron dan Menlu Jerman Annalena Baerbock, Rabu (17/4), PM Benjamin Netanyahu selain berterima kasih atas dukungan kedua negara, menegaskan, Israel akan memutuskan sendiri cara merespons serangan Iran.
“Kami memiliki cara sendiri untuk mempertahankan diri, “ tandasnya.
Militer Israel sejak sebelum serangan Iran terjadi, 13 April lalu juga sedang menyiapkan pasukan daratnya untuk menyerbu Rafah di Gaza, Palestina guna memburu anggota Hamas yang diyakini berbaur dengan 1,5 juta pengungsi Palestina.
Tidak kurang dari AS dan konco-koconya juga meminta Israel untuk tidak menyerbu Rafah karena dikhawatirkan bakal menciptakan musibah bagi pengungsi Palestina yang memadati wilayah dekat gerbang menuju perbatasan Mesir itu.
Parade kemenangan
Sementara itu, Iran merayakan “sukses” atas serangan yangdilancarkkan ke wilayah Israel dengan menggelar parade militer di ibukota, Teheran, Rabu (17/4).
“Operasi ini menunjukkan kesiapan angkatan bersenjata kita,” kata Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam pidato yang dialamatkan kepada tentara reguler dan satuan IRGC seperti dikutip dari kantor berita AFP.
Parade militer dimeriahkan oleh angkatan bersenjata Iran yang memamerkan berbagai peralatan militer atau alutsista termasuk drone-drone dan rudal balistik jarak jauh.
Raisi mengingatkan, tindakan agresi sekecil apa pun yang dilakukan Israel, akan direspons Iran dengan lebih menyakitkan dan dengan kerusakan lebih parah.
Sebaliknya Jubir militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan, Iran tidak akan terbebas dari hukuman atas serangan ratusan dron dan rudal balistik yang dilancarkannya terhadap wilayah Israel.
Menurut versi Israel, 99 persen dari sekitar 300-an proyektil yang datang berhasil dijatuhkan dengan bantuan AS dan sekutu-sekutunya dan hanya menimbulkan kerusakan minimal.
Klaim-mengklaim kemenangan di antara kedua belah pihak yang bertikai biasanya berlanjut dengan aksi-aksi berbalasan yang bakal menelan korban dan kerugian. Semoga ini tidak terjadi! (berbagai sumber/ns)




