Al-Juniidi ditangkap pada 7 Desember di kota Hebron, Tepi Barat (Al-Khalil) setelah diseret ke tanah dan ditutup matanya oleh tentara Israel bersenjata berat.
Sebuah foto pemuda yang telah ditutup matanya sejak itu menjadi simbol demonstrasi Palestina yang terus berlanjut yang dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Menurut Masyarakat Tahanan Palestina, sebuah LSM, sekitar 300 anak-anak saat ini ditahan di fasilitas penahanan di seluruh Israel.
Keputusan kontroversial Trump pada 6 Desember memicu gelombang kemarahan di seluruh dunia Arab dan Muslim dan demonstrasi di seluruh wilayah Palestina.




