Oleh: Wartawan Senior Arif Supriyono
JAKARTA, KBKNews.id—Kebiadaban Israel kian menjadi-jadi. Negeri zionis itu kembali membunuh puluhan warga Palestina yang tidak berdosa. Salah satu yang menjadi korban adalah legenda sepak bola Palestina, Suleiman Al Obeid.
Obeid meninggal Rabu (6/8) lalu di Gaza, Palestina, akibat serbuan Israel terhadap warga sipil. Kematian Obeid ini menjadi perhatian dunia. Obeid meninggal saat sedang menunggu bantuan kemanusiaan dan antre makanan di Gaza. Berondongan tembakan tentara Israel membuat Obeid dan warga Palestina lainnya tersungkur.
Obeid adalah mantan pesepak bola ternama Palestina. Pria berusia 41 tahun itu menjadi andalan timnas Palestina selama lebih 10 tahun hingga sekitar tahun 2012. Ia juga pernah menjadi top skor Liga Primer Palestina pada musim kompetisi 2015/2016 dengan mengemas 17 gol. Total lebih dari 100 gol yang ia ciptakan untuk klub dan timnas Palestina, termasuk satu gol ke gawang Indonesia dalam laga persahabatan 2011.
Banyak yang menjuluki Obeid sebagai Pele (bintang sepak bola dunia asal Brasil) di timnas Palestina. Selain berteknik tinggi, Obeid juga memiliki kecepatan dalam menyisir lapangan di sektor sayap. Sebagaimana dilaporkan beberapa kantor berita internasional, situasi di Palestina yang tidak mendukungn iklim olahraga di sana membuat Obeid tidak bisa berkembang optimal.
Kematian ayah lima anak ini melengkapi dafar panjang insan olahraga Palesina yang meninggal lantaran keganasan Israel. Hingga saat ini, ada 662 orang atlet, pelatih, dan pengurus olahraga Palestina yang syahid lantaran kebiadaban Israel.
Meninggalnya Obeid juga mengundang kecaman dari para sejawat sepak bola masyhur dunia. Mantan kapten timnas Inggris, Gary Lineker, secara terang-terangan mengecam organisasi sepak bola dunia FIFA. Membisunya FIFA atas tragedi itu dikritik keras Gary.
Suara vokal Gary menyindir keras FIFA. “Kami sama sekali tidak mendengar suara Anda, FIFA,” papar Gary. Ia berharap FIFA peduli atas meninggalnya Obeid dengan menyatakan keprihatinan atau kecaman atas keberingasan Israel.
Kecaman serupa datang dari legenda sepak bola Prancis yang juga mantan kapten klub berjuluk Setan Merah (Manchester United), Eric Cantona. King Eric meminta semua pihak memaksa Israel agar mennghentikan tindakan pembunuhan massal (genosida) yang tak berperikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia.
Eric mendesak FIFA bersuara atas tragedi ini. Suara FIFA akan ikut mempengaruhi masa depan sepak bola dunia.



