Dakwah di Pulau Samosir: Tantangan untuk Da’i Pemberdaya, Harapan untuk Minoritas Muslim

JAKARTA, KBKNEWS.id – Seorang da’i Pemberdaya Dompet Dhuafa, Ust. M. Sya’ban yang bertugas di tiga kecamatan di Pulau Samosir, rela melintasi perbukitan terjal dan menyusur puluhan kilometer untuk mengajarkan anak-anak muslim yang berjauhan.

Namun tantangan tersebut tidak menyurutkan tekadnya ditengah ketiadaan sekolah atau sarana pendidikan Islam dan minimnya masjid di Samosir.

“Disini memang penuh tantangan untuk menjalankan dakwah, minimnya sarana, keterbatasan ruang gerak dengan tidak diperbolehkannya penggunaan pengeras suara dan juga lokasi yang sangat jauh. Jumlah penduduk muslimnya sangat sedikit, kasihan sekali anak-anak tidak bisa mendapatkan pengetahuan tentang agamanya”, ungkap Ust. Sya’ban.

Dia menambahkan, ditempatnya bertugas minim perhatian kepada anak-anak yang ingin mendapatkan pengetahuan dasar agama karena menjadi kaum minoritas, selain itu sulit juga mendapatkan kebutuhan dasar halal.

Sementara itu, Sulaeman, selaku Pimpinan Cabang DD Waspada, Sumatera Utara menyatakan, bahwa Program DD Waspada di Samosir ini memang penuh tantangan, di satu sisi setiap perijinan sudah kita lakukan, namun di pihak lain, masyarakat mayoritas non muslim menolak dengan keras.

Sulaeman mengatakan, intervensi program yang dirancang untuk membantu masyarakat muslim disana juga sangat terbatas. “Untuk itu, kami melakukan beragam kerjasama dengan unsur pemerintah, baik Pemprov, Kanwil Kemenag, Dinas Sosial, Aparat Kepolisian dan yang lainnya agar memudahkan pengembangan program pemberdayaan zakat di Samosir ini.”

Jelang 80 tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ternyata di beberapa wilayah negeri ini masih saja ada daerah yang tidak bebas menjalankan aktivitas peribadatan. Masih banyak rakyat yang belum merdeka dari beragam keterbatasan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here