WASHINGTON – Penarikan pasukan Amerika dari Suriah timur laut, dan meninggalkan sekutu Kurdi, menimbulkan kecemasan terhadap Israel.
“Israel mengira Trump itu pemimpin yang spesial, dan berpandangan sama dengan mereka,” kata Dan Shapiro, mantan dubes Obama untuk Israel.
“Kini mereka dihadapkan pada kenyataan, nalurinya untuk mengisolir Amerika, dan pengambilan keputusannya yang asal-asalan dan impulsif, bisa sangat merugikan kepentingan Israel,” tambahnya, dilansir VOA.
Keprihatinan Israel juga dinilai semakin besar menyusul serangkaian kejadian di mana Trump mundur dari kemungkinan konfrontasi militer. Pada Juni Trump mendadak membatalkan sebuah serangan terhadap Iran setelah pesawat tak berawak Amerika ditembak jatuh.
Trump juga tidak mau melakukan tindakan militer sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.
Kekhawatiran Israel dengan keputusan-keputusan Trump yang dinilai tidak tegas ini adalah, Iran bisa nekad dan meningkatkan kegiatan yang agresif dan bermusuhan di Suriah, Lebanon, dan Irak.





