Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata

Asap-asap akibat serangan Israel di lebanon/ foto: getty images

JAKARTA, KBKNews.id – Israel kembali meluncurkan serangan udara di wilayah Nabatieh, Lebanon selatan, pada Kamis malam (3 Juli 2025), meskipun gencatan senjata masih berlaku, demikian menurut laporan media lokal Lebanon.

Melansir Anadolu, serangan tersebut menyasar sejumlah area, termasuk wilayah antara kota Yahmar Al-Shuqayf dan Deir Seryan, serta pinggiran daerah Zoutar al-Sharqiyah, seperti diberitakan oleh kantor berita nasional Lebanon, NNA.

Militer Israel mengklaim bahwa serangan itu menargetkan infrastruktur militer milik kelompok Hizbullah, seperti fasilitas penyimpanan senjata, bangunan militer, dan lokasi strategis lainnya. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Hizbullah menanggapi klaim tersebut.

Sejak perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Lebanon dicapai pada November lalu, pasukan Israel dilaporkan tetap melakukan serangan hampir setiap hari ke wilayah Lebanon selatan, dengan dalih menanggapi aktivitas Hizbullah.

Menurut otoritas Lebanon, sejak penandatanganan gencatan senjata tersebut, telah terjadi hampir 3.000 pelanggaran oleh Israel. Akibatnya, sedikitnya 225 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya mengalami luka-luka.

Dalam perjanjian itu, Israel seharusnya sudah menarik seluruh pasukannya dari wilayah selatan Lebanon paling lambat pada 26 Januari. Namun, karena Israel menolak memenuhi ketentuan tersebut, batas waktu kemudian diperpanjang hingga 18 Februari.

Sampai kini, Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di lima pos perbatasan di wilayah Lebanon.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here