Israel Kembali Langgar Gencatan Senjata, Culik Warga dan Lakukan Serangan di Selatan Lebanon

BEIRUT – Media Lebanon pada Rabu (8/1/2025), melaporkan setidaknya enam pelanggaran yang dilakukan oleh Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada akhir November lalu.

Kantor berita NNA melaporkan bahwa tembakan tank Israel mengenai rumah walikota Bin Jbeil di Lebanon selatan.

Tentara Israel yang bersenjatakan senapan mesin juga melakukan operasi pencarian di Maroun El Ras, Lebanon selatan, dengan kendaraan militer terlihat di sekitar area tersebut. Di udara, drone pengintai Israel juga terbang di atas wilayah Lebanon.

Media Lebanon juga menyebutkan bahwa pasukan Israel menculik enam warga Suriah di kota Mess El Jabal. Tiga dari mereka kemudian dibebaskan, namun langsung diamankan oleh intelijen Lebanon untuk diinterogasi.

Selain itu, tentara Israel dilaporkan menembakkan dua bom suar di Aalma El Chaeb pada fajar ketika kru pertahanan sipil Lebanon sedang berusaha mengevakuasi jenazah korban serangan Israel.

Insiden tersebut memaksa kru tersebut melarikan diri. Pasukan Israel juga melakukan ledakan besar di wilayah Mess El Jabal.

Otoritas Lebanon mencatat lebih dari 400 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejak kesepakatan mulai berlaku pada 27 November. Pelanggaran-pelanggaran tersebut telah menyebabkan 32 kematian dan 39 orang terluka.

Kesepakatan gencatan senjata ini bertujuan untuk menghentikan konflik selama 14 bulan antara tentara Israel dan kelompok Hezbollah, yang dimulai setelah perang di Gaza pada Oktober 2023.

Berdasarkan perjanjian, Israel diwajibkan menarik pasukannya ke selatan Garis Biru secara bertahap, sementara tentara Lebanon harus dikerahkan ke wilayah selatan dalam waktu 60 hari.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, sejak serangan Israel terhadap Lebanon dimulai pada 8 Oktober 2023, sedikitnya 4.063 orang telah tewas, termasuk perempuan, anak-anak, dan tenaga kesehatan, sementara 16.664 lainnya terluka.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here