GAZA – Tentara Srael mengatakan telah meluncurkan serangan udara yang menargetkan Hamas di Jalur Gaza Sabtu (14/7/2018) pagi, menyusul pertumpahan darah dalam bentrokan protes perbatasan yang melihat seorang remaja Palestina ditembak mati dan seorang tentara Israel terluka.
Pemboman udara Israel terjadi ketika roket dan mortir dilemparkan ke Israel selatan dari Jalur Gaza, setelah hari demonstrasi berdarah di perbatasan yang juga menyebabkan puluhan warga Palestina terluka.
Tentara “jet tempur menargetkan terowongan teror ofensif di Jalur Gaza selatan, di samping beberapa situs teror di kompleks militer di Jalur Gaza,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.
Menurut saksi di Jalur Gaza, tidak ada korban dari serangan udara, yang merusak infrastruktur yang dikendalikan oleh penguasa Islam Gaza Hamas, yang telah bertanggung jawab atas wilayah tersebut sejak 2007.
Serangan itu dilakukan “sebagai tanggapan terhadap aksi teror yang menghasut selama kerusuhan yang terjadi di sepanjang pagar keamanan kemarin”.
Ia juga mengutip “serangan pembakaran terus menerus yang merusak wilayah Israel setiap hari dengan peluncuran balon pembakaran dari Jalur Gaza ke wilayah Israel”.





