JEANG – Jumlah korban tewas akibat hujan lebat dan banjir di Jepang barat telah mencapai 200, dan puluhan orang masih dilaporkan hilang.
Operasi pencarian dan penyelamatan dengan lebih dari 70.000 tim penyelamat berlanjut di daerah-daerah yang terkena banjir, termasuk prefektur Hiroshima, Okayama, dan Ehime.
Pihak berwenang yakin jumlah korban tewas akan meningkat lebih jauh, karena banyak orang diyakini terdampar di rumah mereka.
Korban terbanyak dilaporkan di Hiroshima, Ehime, Okayama, Yamaguchi, Kyoto, Gifu, Shiga, Hyogo, Kochi dan Fukuoka prefektur.
Menurut Fire and Disaster Management Agency, sekitar 6.700 orang tetap tinggal di tempat penampungan.
Hingga 5,9 juta orang diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka di 19 prefektur karena tanah longsor dan banjir.
Yoshihide Suga, seorang juru bicara pemerintah, memperingatkan orang-orang di daerah-daerah yang terkena banjir longsor lebih lanjut, sebagaimana dilansir The Japan Times,
Sementara itu, menurut surat kabar itu, pekerja kota telah bekerja untuk memulihkan air ke daerah yang terkena banjir, karena suhu naik di atas 30 derajat.





