TEL AVIV – Militer Israel mengakui bahwa mereka membuat kesalahan dalam menargetkan sebuah bangunan di Kota Gaza pada Rabu, yang menyebabkan terbunuhnya delapan anggota sebuah keluarga.
Juru bicara militer Israel Avichay Adraee, dikutip oleh harian Haaretz, mengatakan tentara menilai gedung di lingkungan Deir al-Balah sebagai bangunan kosong.
Menurut dia, tentara sedang menginvestigasi serangan udara yang terjadi beberapa jam sebelum gencatan senjata diberlakukan pada Kamis pagi.
Dilansir Anadolu, setelah serangan udara itu, Adraee mengklaim bahwa serangan udara itu menargetkan Rasmi Asoarka, seorang tokoh Jihad Islam.
Pertempuran antara Israel dan Jihad Islam yang berlangsung selama dua hari menewaskan 34 warga Palestina, termasuk delapan anak-anak dan tiga wanita.





