SURIAH – Pejabat senior Israel mengatakan negaranya telah melakukan serangan di Suriah lagi sejak jatuhnya pesawat pengintai Rusia akibat ditembak sistem pertahanan rudal S-200 Suriah bulan lalu.
Pejabat Tel Aviv yang mengungkap operasi militer terbarunya di Suriah namun tidak merinci tanggal dan hasil serangan.
“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) telah menyerang di Suriah, setelah jatuhnya pesawat Rusia. Koordinasi militer dengan Rusia berlanjut seperti sebelumnya,” kata pejabat senior pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang tidak menyebut nama, dikutip Reuters, Selasa (30/10/2018).
Sejak perang saudara pecah di Suriah 7,5 tahun terakhir, Israel telah melakukan serangan udara di negara Presiden Bashar al-Assad. Dalam insiden 17 September, Moskow menyalahkan Israel yang dituduh menjadikan pesawat Il-20 sebagai tameng jet tempur F-16 dari serangan sistem pertahanan S-200 Damaskus.
Namun, Tel Aviv menolak telah melakukan kesalahan dan menuduh militer rezim Damaskus.





