Israel Rusak Pos UNIFIL di Lebanon, PBB Kecam Pelanggaran Internasional

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Anadolu)

BEIRUT – Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan bahwa tentara Israel telah merusak sebagian pagar dan struktur beton di salah satu pos mereka yang berada di daerah Ras Naqoura, Lebanon bagian selatan.

“Kemarin dua ekskavator IDF (tentara Israel) dan satu buldoser IDF menghancurkan sebagian pagar dan struktur beton di posisi UNIFIL di Ras Naqoura,” kata UNIFIL dalam sebuah pernyataan, Jumat (8/11/2024).

Setelah protes dari pihak UNIFIL, tentara Israel membantah telah melakukan aktivitas di lokasi tersebut.

UNIFIL menegaskan bahwa kerusakan yang disengaja pada properti PBB yang mudah dikenali adalah pelanggaran hukum internasional dan melanggar resolusi PBB 1701.

Resolusi ini, yang disetujui pada 11 Agustus 2006, menyerukan penghentian permusuhan antara Lebanon dan Israel serta pembentukan zona demiliterisasi di sepanjang Garis Biru dan Sungai Litani, yang hanya boleh diisi oleh tentara Lebanon dan UNIFIL.

“Kami sekali lagi mengingatkan tentara Israel dan semua pihak yang terlibat akan kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel serta properti PBB dan menghormati kekebalan terhadap gedung PBB sepanjang waktu,” ucap UNIFIL.

Sejak 30 September, tentara Israel telah berulang kali meminta pasukan penjaga perdamaian untuk meninggalkan pos mereka di dekat Garis Biru demi keamanan.

Namun, insiden terbaru ini, seperti tujuh insiden serupa sebelumnya, menunjukkan tindakan langsung dan disengaja oleh tentara Israel.

Pada Kamis lalu, lima penjaga perdamaian terluka akibat serangan Israel di dekat pos pemeriksaan militer di Sidon, Lebanon selatan.

Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai serangan serupa juga terjadi, menyebabkan cedera pada beberapa tentara UNIFIL.

Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, bahkan menyatakan bahwa salah satu serangan tersebut bisa dianggap sebagai kejahatan perang.

Menanggapi serangan-serangan ini, perwakilan Israel di PBB, Danny Danon, mengusulkan agar posisi UNIFIL dipindah lima kilometer ke utara.

Namun, Farhan Haq, wakil juru bicara PBB, menegaskan bahwa UNIFIL akan tetap berada di posisinya sesuai mandat yang telah diberikan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here