ISRAEL – Presiden Suriah Bashar al-Assad menurut pejabat pertahanan Israel masih memiliki simpanan hingga tiga ton senjata kimia, berdasarkan data intelijen Israel.
Hal tersebut diungkapkan Rabu (19/4/20170, dua minggu setelah serangan kimia di Suriah menewaskan sedikitnya 90 orang. Israel, bersama sebagian besar masyarakat internasional, percaya bahwa pasukan Assad melakukan serangan tersebut.
Seorang pejabat militer senior mengatakan kepada wartawan bahwa intelijen Israel memperkirakan bahwa Assad memiliki “antara satu dan tiga ton” senjata kimia. Penilaian tersebut dikonfirmasi oleh dua pejabat pertahanan lainnya, sebagaimana dilansir AP.
Sementara Assad masih terus membantah tuduhan bahwa dia berada di balik serangan 4 April di kota Khan Sheikhun yang berada di provinsi selatan Suriah.
Assad mengatakan pada tahun 2013 telah membuang semua senjata kimia di bawah pengawasan PBB namun hal tersebut tidak membuat pasukannya bebas tuduhan dari serangan senjata kimia yang banyak menewaskan warga sipil. Sebuah misi pencarian fakta dari Organisasi Larangan Senjata Kimia, sebuah badan pengawas internasional, sedang menyelidiki insiden tersebut dan diperkirakan akan mengeluarkan sebuah laporan dalam waktu dua minggu. Serangkaian tes yang dilakukan Turki dan Inggris juga menyimpulkan bahwa sarin atau zat yang mirip dengan agen saraf mematikan digunakan dalam serangan Idlib. Awal pekan ini, kepala riset senjata kimia Assad mengatakan kepada The Telegraph bahwa Suriah memiliki “setidaknya 2.000 ton” senjata kimia sebelum perang dan hanya mengumumkan memiliki 1.300. Mantan Brigjen. Jenderal Zaher al-Sakat mengatakan bahwa pemerintah Suriah masih memiliki ratusan ton senjata kimia.
Assad mengatakan pada tahun 2013 telah membuang semua senjata kimia di bawah pengawasan PBB namun hal tersebut tidak membuat pasukannya bebas tuduhan dari serangan senjata kimia yang banyak menewaskan warga sipil. Sebuah misi pencarian fakta dari Organisasi Larangan Senjata Kimia, sebuah badan pengawas internasional, sedang menyelidiki insiden tersebut dan diperkirakan akan mengeluarkan sebuah laporan dalam waktu dua minggu. Serangkaian tes yang dilakukan Turki dan Inggris juga menyimpulkan bahwa sarin atau zat yang mirip dengan agen saraf mematikan digunakan dalam serangan Idlib. Awal pekan ini, kepala riset senjata kimia Assad mengatakan kepada The Telegraph bahwa Suriah memiliki “setidaknya 2.000 ton” senjata kimia sebelum perang dan hanya mengumumkan memiliki 1.300. Mantan Brigjen. Jenderal Zaher al-Sakat mengatakan bahwa pemerintah Suriah masih memiliki ratusan ton senjata kimia.





