Israel Serang Al-Kutaiba Gaza, Dua Remaja Palestina Regang Nyawa

Kerabat Luay dan Amir menangis mendengar keduanya tewas/ Aljazeera
GAZA – Setidaknya dua remaja di Jalur Gaza telah tewas oleh serangan udara Israel, ketika Israel melakukan serangan Sabtu (14/7/2018) siang hari di daerah kantong yang dikepung sejak perang 2014.

Amir al-Nimri, 15, dan Luay Kaheel, 16, meninggal karena luka-luka mereka pada hari Sabtu tidak lama setelah serangan udara ditujukan ke al-Kutaiba, sebuah daerah di Gaza barat, sementara dua belas orang lainnya terluka oleh serangan itu.

Saksi mengatakan kepada Al Jazeera alun-alun Kutaiba berdekatan dengan taman yang sering dikunjungi oleh keluarga selama akhir pekan, terutama selama bulan-bulan musim panas.

“Itu sebabnya banyak warga sipil terluka dalam serangan terakhir,” kata Maram Humaid, seorang wartawan di Gaza.

Dalam sebuah posting Twitter, militer Israel mengkonfirmasikan bahwa pihaknya menargetkan “gedung tinggi” dan mengatakan pihaknya telah “memperingatkan” warga untuk mengungsi sebelum serangan itu.

Dalam sebuah posting Twitter, Hamas, kelompok yang mengatur Jalur Gaza, mengatakan upaya “beberapa pihak” termasuk negara tetangga Mesir berhasil menerapkan gencatan senjata yang bertahan lama.

Sebelumnya pada hari itu, ia mengatakan menyerang beberapa posisi Hamas di Jalur Gaza, karena puluhan roket dan mortir ditembakkan ke arah Israel dari daerah kantong yang dikepung.

“Tentara Israel mengatakan lebih dari 90 mortir dan roket telah ditembakkan selama 24 jam terakhir, sebagian besar tidak menimbulkan kerusakan. Beberapa roket menghantam sebuah sinagoga, juga sebuah mobil dan kami memahami empat warga Israel luka ringan,” kata Stefanie Dekker dari Al Jazeera.

Advertisement