TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya akan mempertahankan diri menarik seluruh pasukan militernya dari Suriah.
Keputusan itu disebut Netanyahu telah didiskusikan terlebih dulu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyusul rencana Amerika Serikat menarik pasukannya.
“Kami akan mempelajari dulu waktunya, bagaimana itu dilaksanakan dan tentu saja implikasinya bagi kami. Dalam setiap hal kami akan terus menjaga keamanan Israel dan mempertahankan diri di wilayah ini,” kata Netanyahu, Rabu (19/12/2018), dilansir AFP.
Trump mengatakan sebelumnya jika AS telah mengalahkan ISIS, yang menjadi satu-satunya alasan bagi AS untuk berada di Suriah, sehingga AS berencana akan menarik seluruh pasukannya.
Israel sendiri cukup aktif terlibat dalam perang di Suriah. Sejak dimulai 2011 silam, negara zionis itu telah melancarkan lusinan serangan ke Suriah dengan target pasukan Iran dan Hizbullah di sana.
Baik Iran dan Hizbullah mendukung pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad yang merupakan salah satu musuh Israel.
Para pengamat telah mengingatkan bahwa penarikan pasukan AS dari Suriah akan membuat Assad bersama sekutunya, yakni Rusia dan Iran, semakin memperkuat pengaruhnya di negeri itu dan di kawasan.





