LOS ANGELES (KBK) – Pilot Angkatan Udara Amerika Serikat, Spencer Stone, yang menjadi pahlawan di Perancis, gara-gara berhasil menggagalkan upaya serangan sabotase terhadap kereta cepat bulan Agustus 2015, malah jadi korban penikaman, Kamis pagi, (8/10/2015) di Sacramento, ibukota negara bagian California, kampungnya sendiri.
Menurut Perwira polisi Sacramento Traci Trapani, Stone sedang jalan-jalan keluar bersama teman-temannya, ketika ia ditikam beberapa kali di bagian dada dan ia berada dalam kondisi kritis. Penikaman terjadi Pukul 00:45 dini hari, waktu setempat, di dekat bar yang populer di pusat kota Sacramento.
Ditambahkan Trapani, Stone meninggalkan salah satu bar dan berjalan ke arah timur. Ia bertengkar dengan tersangka dan kemudian menyerangnya dengan pisau dan menikam Stone beberapa kali.
“Stone dilarikan ke rumah sakit setempat, dan saat ini menerima perawatan dan dalam kondisi stabil,” kata Letkol Christopher Karns, seorang juru bicara Angkatan Udara.
Insiden Kamis, diselidiki oleh polisi setempat.
Polisi Sacramento menyampaikan dalam kicauan diakun media sosialnya, “serangan terhadap Stone tidak terkait dengan aksi teroris. Diyakini pengaruh alkohol yang menjadi faktor pemicu perkelahian tersebut.”
“Tidak ada motif,” kata Trapani. “Ini tampaknya kejadian acak.”
Detektif sedang mencari rekaman dari kamera video keamanan di sebuah toko minuman keras di dekat lokasi yang mungkin mengungkapkan rincian dari perkelahian.
“Lukanya serius tapi dia dalam kondisi stabil,” kata Sekretaris Angkatan Udara Deborah James Kamis sore.
“Banyak dari Anda tahu bahwa ia mempertaruhkan nyawanya minggu lalu untuk menyelamatkan banyak nyawa selama serangan kereta Perancis. Keadaan atas kejadian hari ini berada di bawah penyelidikan oleh penegak hukum setempat,” katanya.
Sampai saat ini, belum jelas siapa tersangka yang melakukan penikaman pada Stone.




