Saudaraku, keindahan hidup itu begitu singkat. Seperti bunga yang tersenyum semerbak hari ini segera layu dalam hitungan hari. Kenikmatan hidup itu seperti petir yang mengejek kegelapan malam, cahyanya berpendar sekelebat lantas lenyap.
Betapapun, hidup singkat itu hendaknya seperti bunga. Memberi keindahan dan energi positif pada dunia. Dalam kisah pendek, ada jejak abadi yang ditinggalkan. Bunga boleh cepat layu, tapi namanya tetap harum lestari. Selamanya orang mengagumi dan menyebutnya: “anggrek”, “mawar” (rose), dan sebutan lain yang terpatri dalam ingatan semesta.
Sekarang, saatnya memperindah dunia dengan semerbak bunga, karena hidup memang laksana sekar yang madunya adalah cinta.



