
GERAM karena perang di Ukraina yang dilancarkannya sejak 24 Feb. 2022 sudah berlangsung 2,5 tak unjung usai, Rusia mengingatkan pihak Barat yang dianggapnya sedang “bermain api” karena mengijinkan Ukraina menyerang wilayahnya.
Jika pecah Perang Dunia III, seperti sering disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di berbagai kesempatan, medan pertempuran tidak hanya sebatas di kawasan Eropa saja tetapi juga menyeret bebagai negara di bagian dunia lainnya.
Peringatan Rusia itu agaknya dilontarkan, mengingat Upaya menaklukkan negara tetangganya, Ukraina, tidak semudah yang diperkirakan semula, bahkan di sejumlah front, Ukraina tak saja mampu bertahan dari gempuran mesin perang raksasa Rusia, tapi juga melancarkan serangan balik.
Serangan mendadak yang dilancarkan Ukraina didukung ribuan personil dan belasan tank ke wilayah Kursk, Rusia, 6 Agustus lalu, mencerminkan perlawanan makin keras dari negara itu berkat aliran pasokan persenjataan dai Barat terutama AS.
“Pasti akan akan ada tanggapan yang pantas dari Rusia terhadap serangan itu, “ seru Presiden Putin,
Sementara Menlu Rusia Sergei Lavrov menilai, Barat berusaha meningkatkan perang Ukraina dan mencari masalah dengan mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk menggunakan senjata yang dipasok mereka.
Sejak menginvasi Ukraina pada tahun 2022, Putin telah berulang kali memperingatkan risiko perang yang jauh lebih luas yang melibatkan kekuatan nuklir terbesar di dunia, meskipun ia mengatakan Rusia tidak menginginkan konflik dengan aliansi NATO yang dipimpin AS.
“Kami menegaskan sekali lagi. Diumpamakan anak kecil yang bermain korek api, sangat berbahaya bagi paman dan bibinya yang memegang senjata nuklir,” kata Lavrov kepada wartawan di Moskwa.
Lavrov mengatakan, pihaknya sedang mengklarifikasi doktrin Doktrin nuklir Rusia tahun 2020 menetapkan kapan presidennya akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir.
Hal itu, ujarnya, dilakukan untuk merespons, baik terhadap serangan nuklir, senjata pemusnah massal mau pun senjata konvensional ketika keberadaan negara terancam.
Cuma gertak sambel
Sebaliknya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan awal Agustus lalu bahwa serangan pasukannya ke wilayah Kursk Rusia menunjukkan bahwa ancaman pembalasan Kremlin hanyalah gertakan.
Zelensky mengatakan Ukraina, karena pembatasan yang diberlakukan oleh sekutu, tidak dapat menggunakan senjata yang dimilikinya untuk menyerang beberapa target militer Rusia.
Untuk itu Zelensly mendesak pihak Barat untuk lebih berani dalam mengambil keputusan tentang cara membantu negaranya Kyiv di tengah perang menghadapi Rusia saat ini.
Rusia mengatakan bahwa persenjataan Barat, termasuk tank-tank Inggris dan sistem roket AS, telah digunakan oleh Ukraina di Kursk.
Menurut catatan, aliran pesenjataan dari Barat seperti tank-tank Chalenger (Inggeris), Leopard (Jerman) dan Leclerck (Perancis), juga peluncur roket multi laras HIMARS dan pesawat pesawat tempur F-16 Fighting Falcon (AS) berkontribusibesar menciptakan titik balik invasi Rusia ke Ukraina .
Jika PD III sampai pecah, AS yang memiliki 5.735 dan Rusia 5.830 hulu ledak nuklir bakal membuat kerusakan seketika manusia dan peradabanya yang sudah dibangun sejak lama. (AFP/Reuters/ns)




