spot_img

Jakarta rawan bencana alam

PALING tidak tercatat 5.170 kali bencana alam melanda wilayah  Jakarta sejak 2019  sampai 2023 terutama bencana kebakaran dan banjir akibat perubahan iklim.

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkapkan hal itu dalam acara Crisis Management Converence (CMC) yang diikuti peserta dari 14 negara di Jakarta, Rabu (29/5).

Ia tidak merinci lebih jauh tentang jenis-jenis bencana yang melanda   Jakarta yang berada di dataran rendah di atas ketinggian tujuh meter dari  permukaan laut dan dialiri 13 sungai sehingga yang jelas, rawan banjir.

Selain itu, wilayah pesisir Jakarta utara malah berada di bawah permukaan laut sehingga renta dari banjir akibat pasang laut dan hujan ekstrim dan Jakarta juga berlokasi di delta dan jalur Cincin Api Pasifik sehingga meningkatkan risiko banjir dan gempa bumi.

Dalam beberapa tahun ke depan, kata Heru, Pemprov DKI Jakarta fokus pada pengendalian bencana guna mempertahankan ekosistem, dan untuk program 2023 – 2026 menekankan terwujudnya regenerasi kota yang berketahanan dan berkelanjutan.

CMC sendiri bertujuan untuk memperkkoh keterlibatan jejring kota yang pada gilirannya untuk memetakan strategi menuju ketahanan kota, meningkatkan kesiapsiagaan kota dalam situasi darurat dan pembangun kota yang tangguh dan berkesinambungan.

Sementara itu, selain memitigasi dua bencana yang sering dialami  yakni banjir dan kebakaran, Pemprov DKI Jakarta mengintensifkan mitigasi gempa bumi, tidak hanya mealu sosialisasi pada publik tetapi juga menyiapkan bangunan, baik yang lama mau pun baru yang tahan gempa.

Gempa bumi termasuk satu dari sembilan ancaman bencana yang dapat terjadi di Jakarta mengingat sejak 1699 tercatat belasan kali gempa bumi yang goncangannya sampai Jakarta.

Fakta tersebut ikut mndorong Pemprov DKI Jakarta menyosialiasikan dan menyimulasikan penanganan gempa di sekolah, rumah sakit, pasar dan bangunan bertingkat melalui pengecekan ketahanan konstruksi dari gempa.

Dengan kepindahan ibu kota negara ke Kab. Kutai Kartanegara dan Kab. Penajam Paser Utara secara bertahap nanti, diharapkan beban daya dukung wilayah Jakarta makin berkurang.

Namun demikian, mitigasi terhadap potensi ancaman bencana terutama gempa bumi yang tidak bisa diprediksi harus terus diintensifkan.

 

 

 

 

 

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles