JAKARTA – Wajah keriputnya terus memancarkan semangat. Dinaungi topi jerami Suharwadi (70) berjalan memikul buah di jalan layang Gajah Mada, Tanjung Karang, Bandar Lampung. Hanya beralaskan sandal jepit kakek renta itu terus menaruh asa buahnya terjual
Tiap hari, warga yang rumah kontrakannya ada di kawasan Sumur Putri, Telukbetung, itu jalan kaki sekitar 70 km menjajakan buah. Ia sudah tiga tahun menjual buah secara keliling.
“Jualannya jauh, sampailah 70 kilometer sehari. Kalau capek, kakek istirahat karena bila dipaksa badan bisa sakit,” ujarnya sambil menghela nafas seperti dilansir akun instagram Ketimbang Ngemis Lampung.
Suharwadi mulai menjajakan buah sekitar pukul 06.00 WIB. Ia baru pulang ke kontrakan menjelang sore. Meski letih, namun ayah tujuh anak itu hebatnya tetap berpuasa.
“Sebelum menjajakan buah, saya bekerja sebagai penjahit. Karena mata kurang jelas melihat, saya akhirnya berdagang buah secara keliling,” kata Suharwadi yang kini tinggal seorang diri sejak strinya meninggal 10 tahun silam.
Dalam satu hari, hasil keringat Suharwadi hanya sekitar Rp25 ribu-Rp35 ribu. Penghasilan tak seberapa itu ia pakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Dagang buah-buahan ini harus disyukuri. Penghasilan memang tak menentu, dan terkadang butuh jarak yang tidak dekat agar jualan habis,” ucapnya.





