Proses kepulangan
Keberhasilan ini berkat jasa manager promosi pelayanan kesehatan rumah sakit Garda Nasional Kerajaan Saudi Arabia, Nimat Nur Matasief BSN, MHA, asal desa Lubuk Sakti Ogan Ilir Palembang yang juga anak mantan pegawai Kedutaan Besar RI (KBRI) di Jeddah dulu.
Nimat mengusahakan pemulangan Hj.Culan dengan cara berkorespondensi dengan pengambil kebijakan di Saudi.
Nimat bertemu dengan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek saat mengunjungi RS Garda Nasional guna melihat kondisi Culan pada Maret 2016.
Surat atas nama Direktur Eksekutif Pelayanan Kesehatan, Kementerian Garda Nasional wilayah Barat No. 24/1/306 tanggal 7/6/1437 menegaskan Culan adalah salah satu korban desakan maut di Mina tujuh bulan lalu yang dalam kondisi koma di RS Garda Nasional yang hingga kini masih menggunakan ventilator sebagai alat bernapas bantuan.
Surat itu menegaskan agar Culan dievakuasi ke Indonesia dengan fasilitas Medevac guna mendapatkan perawatan lanjutan didampingi keluarganya.
Permohonan kemudian disetujui Raja Salman bin Abdul Aziz pasca Konferensi OKI di Istanbul baru-baru ini. Surat dari Kantor Sekretariat Kerajaan tertanggal 16/06/1437 Hijriah perihal persetujuan Kerajaan Saudi Arabia disampaikan kembali kepada Gubernur Mekah dan Menteri Garda Nasional Pangeran Mut’ib bin Abdullah bin Abdul Aziz pada 21/06/1437 H.
Culan adalah haji Indonesia yang diberangkatkan ONH Plus travel Maqbulah. Dia seharusnya kembali ke Indonesia pada 29 September 2015 dengan EK 801, namun mesti dirawat di RS Garda Nasional Jeddah akibat berdesakan dengan jemaah di Mina pada 25 September 2015.
Langkah pemulangan menggunakan fasilitas Medevac dilakukan mengingat besarnya keinginan keluarga agar Culan pulang ke tanah air dan melihat kondisinya yang stabil dengan bantuan alat pernapasan.
Halaman Berikut: Perawatan lanjutan



