JAKARTA, KBKNEWS.id – Lima wartawan dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Mereka diketahui berangkat menggunakan speedboat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026).
Kelima jurnalis tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan wartawan freelance.
Mereka berangkat dari Dermaga Marina, Lippo Carita, Desa Sukajadi, sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam perjalanan tersebut, mereka didampingi seorang pemandu wisata bernama Heri Bonsay serta dua kru kapal.
Kepala Desa Sukajadi, Sandi Wyasa, membenarkan adanya laporan hilang kontak tersebut. Menurutnya, komunikasi terakhir dilakukan oleh pemandu wisata yang sempat mengirimkan foto kepada keluarganya sekitar pukul 18.14 WIB.
Saat itu, Heri disebut menyampaikan bahwa kondisi rombongan dalam keadaan aman. Namun, setelah komunikasi tersebut tidak ada lagi kabar dari mereka.
Rombongan seharusnya kembali ke Carita pada Senin malam. Namun, kondisi angin di perairan Selat Sunda yang cukup kencang menjadi salah satu kendala dalam perjalanan.
Polda Banten bersama Basarnas kemudian melakukan pencarian terhadap rombongan tersebut. Lokasi terakhir yang diduga menjadi titik keberadaan mereka berada di sekitar perairan Selat Sunda.
Sebanyak 23 personel gabungan dikerahkan, terdiri atas dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dan 16 personel Basarnas Banten.
Pencarian juga didukung kapal KN SAR Tetuka yang bergerak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju perairan Carita dan lokasi yang diduga menjadi titik terakhir rombongan.
Pencarian pada Selasa (8/9) malam dilakukan hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, operasi dihentikan sementara karena kondisi laut yang kurang bersahabat dan jarak pandang yang terbatas.
Tim SAR kemudian merencanakan pencarian kembali pada Rabu (9/9) mulai pukul 07.00 WIB.
Untuk memperluas pencarian dari udara, Kantor SAR Banten menyiapkan dua drone termal yang berada di kapal KN SAR Tetuka.
Koordinator Operasi SAR, Rizky Dwianto, mengatakan penggunaan helikopter atau pesawat belum memungkinkan karena masih terdapat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Drone termal akan diterbangkan untuk membantu menyisir kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau dari udara.
Selain menggunakan KN SAR Tetuka, pencarian juga melibatkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Kantor SAR Banten dan RIB Kantor SAR Lampung.
Tim SAR juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal yang membawa lima wartawan tersebut berlindung atau bersandar di pulau-pulau kecil maupun dermaga yang belum terpantau.




