JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana di beberapa wilayah di Jambi pada akhir tahun.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha, Ibnu Sulistyono, mengungkapkan bahwa hingga akhir Oktober 2024, seluruh wilayah Jambi telah memasuki musim hujan.
“Memang sudah kami prakirakan ada beberapa yang berpotensi hujan tinggi khususnya di wilayah sebagian Kabupaten Bungo, Merangin, Sarolangun, sebagian kecil Batanghari, sebagian kecil Tebo,” katanya.
Daerah dengan curah hujan tinggi ini diperkirakan akan berlangsung hingga November, Desember, dan Januari 2025, yang dapat memicu genangan banjir dan tanah longsor di wilayah-wilayah tersebut, terutama saat puncak musim hujan pada November 2024.
Selain itu, dia juga mengingatkan adanya potensi angin kencang dan cuaca ekstrem lainnya di wilayah Jambi, termasuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang kemungkinan terjadi pada siang hari menjelang sore dan malam hari menjelang pagi pada bulan November dan Desember 2024.
“Jadi, waktu-waktu itu masyarakat harus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada saat musim hujan dan puncak musim hujan,” katanya.
BMKG juga memperkirakan kondisi gelombang laut di pesisir timur Provinsi Jambi akan relatif tenang hingga sedang, dengan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 1,25 meter.
“Namun, perlu juga diwaspadai dalam beberapa hari ke depan karena ada potensi kenaikan pasang air laut khususnya di 16 November sampai 23 November 2024,” tuturnya.
Ibnu mencatat adanya potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi di wilayah Jambi bagian barat, khususnya di Kerinci dan sekitarnya.
Meskipun puncak musim hujan di wilayah tersebut belum sepenuhnya terjadi, masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan akan terjadi pada Desember 2024.





