Jangan Tunggu Sampai Nakes Menyerah!

Sudah 105 dokter, sembilan dokter gigi dan 68 tenaga kesehatan lain gugur dalam tugas melawan Covid-19. Segera lindungi mereka agar tidak sampai mereka menyerah.

PENYEBARAN Covid-19 belum terkendali, bahkan sedang menuju puncaknya, namun tenaga kesehatan (nakes) terus bertumbangan, sementara yang masih bertahan mengalami kelelahan fisik dan psikis.

Hasil kajian Fakultas Kedokteran UI yang dikutip Kompas (5/9) menyebutkan, 81,1 persen (580 orang) atau mayoritas responden terdiri dari 716 dokter umumĀ  mengalami tingkat kelelahan sedang, 17,9 persen (128) kelelahan rendah dan 1,1 persen (8) kelelahan berat.

Sementara dari 17 responden dokter gigi, 14 orang (82,4 persen) mengalami kelelahan sedang, satu kelelahan berat (5,9 persen) dan dua kelelahan ringan (11,8 persen).

Tingkat kelelahan sedang tertinggi dirasakan oleh petugas lab yakni 14 orang (87,5 persen) dari 16 responden, sedang dan dua orang (12,5 persen) mengalami kelelahan ringan.

Sedangkan dari 151 perawat, 27 orang (84,1 persen) mengalami kelelahan sedang, lima (3,3 persen) kelelahan berat dan 19Ā  (12,5 persen) kelehanan ringan dan dari 390 bidan, 327 orang (83,8 persen) kelelahan sedang, satu (0,3 persen) kelelahan berat dan 62 (15,9 persen) kelelahan ringan.

Penelitian yang dilakukan antara Feb. – Agustus lalu dan pengumpulan datanya antara Juni sampai Agustus, melibatkan 1.461 responden berbagai nakes usia rata-rata 35 tahun di seluruh provinsi , separuhnya bekerja di rumah sakit, puskesmas dan klinik, menangani pasien Covid-19.

Dekan FKUI Ari Fahrial Syam mengingatkan, kajian timnya mencerminkan bahwa tingginya kasus-kasus burnout Ā (kelelahan) di kalangan nakes menjadi salah satu faktor risiko yang harus segera ditangani.

ā€œTiap hari, ada saja dokter atau nakes lain yang meninggal, ā€œ ujarnya.

Menurut catatan, sampai (4/9) 187 nakes (105 dokter, sembilan dokter gigi dan 73 tenaga medis lain) gugur akibat terpapar Covid-19 di Indonesia dari 7.000-an di seluruh dunia, tertinggi di Meksiko (1.320) , menyusul AS (1.077), India (573) dan Brazil (324).

Bertumbangannya nakes terjadi di tengah melonjaknya angka pertambahan harian Covid-19 yang diprediksi sedang menuju puncaknya dan keterbatasan fasilitas layanan kesehatan (FLK).

Bed Occupancy Rate (BOR) FLK rujukan Covid-19 di wilayah Jabodetabek dilaporkan sudah ada yang mencapai 90 persen akibat lonjakan jumlah pasien baru, sementara di luar Jawa FLK memang tidak siap menampung lonjakan pasien.

Di hari-hari terakhir ini terjadi pemecahan rekor pertambahan kasus harian Covid-19 yang secara nasional di atas 3.000Ā  Ā kasus, begitu pula di DKI Jakarta yang sudah di atas 1.000-an kasus tiap harinya.

Pada 4 Sept. tercatat pertambahan 3.269 kasus paparan Covid-19 baru sehingga total menjadi 187.537 kasus, korban meninggal 7.882 kasus dan yang dinyatakan sembuh 134.181 kasus.

Strategi baru penanganan Covid-19 yang lebih efektif harus segera dicari oleh para penentu kebijakan agar semua tidak terlambat.

Jangan sampai, nakes terutama para dokter yang berada di garda terdepanĀ  perang melawan Covid-19 ā€œlempar handukā€!

(Kompas/NS)

 

 

 

 

 

 

Advertisement