Australia Menuju Resesi

Kontraksi pertumbuhan ekonomi Australia yang terparah sejak 1959 dan kini memasuki resesi setelah pertumbuhan ekonomi padal kuartal kedua dan diprediksi pada kuartal ketiga minus lagi.

NEGARA-negara industri di dunia termasuk tetangga halaman belakang Indonesia, Australia juga tidak luput dari sergapan resesi ekonomiĀ  akibat dampak pandemi global Covid-19.

Anjlok dua kuartal berturut-turut sebagai indikator suatu negara memasuki tahap resesi ekonomi dialami negeri kanguru tersebut yakni 0,3 persen pada kuartal-1 (Q1) 2020, lalu merosot lebih dalam lagi pada kuartal II (Q2) menjadi minus tujuh persen.

Kontraksi pertumbuhan ekonomiĀ  terparah yang dialami Australia sejak 1959 menyebabkan paling tidak satu juta pekerja kehilangan pekerjaan akibat pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah guna menhambat laju penyebaran Covid-19.

Lesunya kinerja kegiatan usaha juga tercermin dari angka Indeks Pengelolaan Pembelian (Purchase Management Indexs –PMI) akibat pembatasan sosial di tengah pandemi Ā Covid-19 di negara itu.

PMI untuk barang-barang manufaktur yang naik dari 26,9 poin pada Mei menjadi 53,2 persen pada Juni dan 58,2 persen pada Juli, anjlok lagi menjadi 48,1 persen pada Agustus. PMI di atas 50 berarti kegiatan usaha berkembang, sedangkan di bawah 50 berarti berkontraksi.

Akibatnya, menurut ekonom Commonwealth Bank of Australia (CBA) Gareth Aird,Ā  penurunan serapan tenaga kerja tidak terelakkan Ā walau pemerintah sudah menggelontorkan aneka stimulus ekonomi dan subsidi sebesar 55 milyar dollar Australia.

Tidak saja dihantam pandemi Covid-19, ekonomi Australia juga terkena imbas kebakaran hutan dan lahan di tengah musim kemarau panjang saat ini, dan juga ekspor senilai 100 milyar dollar AS per tahun ke China terancam anjlok akibat perang dagang dengan negeri itu.

Tidak hanya Australia tentunya yang perekonomiannya terjerembab akibat Covid-19 , AS pada Q1 minus lima persen dan 32,9 persen (pada Q2), Jerman Q1 sebesar minus dua persen dan 10,1 persen (Q2), Ā Perancis 3,9 persen pada Q1 dan 13,8 persen ( Q2) dan Jepang minus 0,6 persen pada Q1 dan 7,8 persen pada Q2.

Di ASEAN, pertumbuhan ekonomi Singapura 2020 diprediksi minus 12,6 persen, Thailand minus 2,2 persen dan Malaysia antara minus dua sampai minus sembilan persen, sedangkan RI yang pada Q1 masih plus 2,79 persen, anjlok minus 5,32 persen pada Q2 dan diperkirakan minus 0,1 persen hingga plus 0,2 persen sepanjang tahun.

Kebijakan pemerintah Australia yang dinilai terlalu fokus dalam penanganan Covid-19 ketimbang menjaga pertumbuhan ekonomi dikecam antara lain oleh mantan PM Tony Abbott.

ā€œPendekatan yang dilakukan pemerintah seperti orang trauma, kurang memikirkan kesehatan ekonomi, ā€œ ujarnya. Menurut catatan, jumlah kasus positif Covid-19 Australia (2/9) berada di ranking ke-69 dunia dengan 26.049 kasus, 678 meninggal dan 21.912 sembuh.

Ekuilibrium antara menjaga pertumbuhan ekonomi dan memerangi Covid-19 memang bukan pekerjaan mudah, bagai menghadapi buah si malakama, ā€œtidak dimakan bapak mati, dimakan ibu yang matiā€.

Indonesia yang karakteristik masyarakatnya berbeda, ditandai disiplin dan literasi kesehatan yang relatif rendah, selain dibutuhkan pemimpin yang tegas untuk menegakkan protokol kesehatan, juga yang cermat dan terukur membuka kran-kran kegiatan ekonomi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement