Jantung Bawaan Anak, Masalah Besar Kesehatan

Baru sekitar 10 persen dari kelahiran anak yang mengalami kelainan jantung bawaan tertangani mengingat mahalnya biayanya (ilustrasi: stok)

WAMENKES Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, masalah penyakit jantung bawaan pada anak masih menjadi salah satu masalah kesehatan besar di Indonesia karena biaya penanganannya sangat mahal.

Seperti dilaporkan Detikhealth (7/2) ia mengungkapkan dari 50 ribu temuan kelainan jantung pada anak anak, baru lima  ribu di antaranya yang bisa ditangani.

“Di Indonesia delapan dari 1.000 kelahiran mengalami  kelainan jantung. Yang terdeteksi secara keseluruhan  50 ribu anak mengalami kelainan jantung, yang bisa ditangani hanya lima ribu anak,” ungkap Dante di Jakarta, Jumat (7/2).

Ia mengungkapkan ada sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam penanganan masalah kelainan jantung pada anak, antara lain antrean panjang jadwal operasi dan biaya operasi yang tidak murah.

Dante menyebut rata-rata operasi jantung yang dibutuhkan bisa memakan biaya hingga Rp 100 juta, sementara BPJS Kesehatan baru mampu mengcover hingga sekitar Rp 30 juta.

“Jadi berbeda-beda (biaya operasi) dari yang paling ringan sampai yang paling berat, hampir rata-rata sekitar Rp 100 juta. Operasi jantung yang ditanggung oleh BPJS mungkin hanya Rp 30 juta. Yang lainnya bisa disubsidi rumah sakit,” ungkap Dante.

Untuk mengatasi hal itu, Dante mengatakan pihaknya terus akan bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti Yayasan Jantung Indonesia dan organisasi sosial lainnya, termasuk kerjasama dengan Arab Saudi.

Ia menambahkan pihaknya juga akan terus melakukan negosiasi dan advokasi agar porsi tersebut nantinya juga bisa ditambah.

Namun Ia tak menampik ada porsi yang harus dibagi agar penanganan berbagai masalah penyakit di Indonesia bisa lebih baik dan merata.

“Tapi kita akan memberlakukan regulasi agar BPJS bisa memberikan support lebih. Jadi memang harus dialokasikan untuk tindakan major,  katastropik berbiaya  tinggi. Memang porsinya harus dibagi-bagi,” tandasnya.

Tanpa perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional, rakyat strata ekonomi bawah tentu bakal kesulitan membiayai sendiri biaya berobat penyakit jantung bawaan anak yang di luar jangkauan kemampuan mereka. (detikheath/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here