BANDUNG – Misra (28), warga Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung harus menerima kenyataan mengalami lumpuh selama dua tahun terakhir.
Dia mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon setinggi 37 meter sekitar dua tahun lalu.
Menurut Ading (60), sang ayah, Misra jatuh ketika membersihkan ranting pohon sengon di belakang rumah.
Malang nasib Misra, posisi jatuhnya dari pohon bahan baku bangunan itu tepat menimpa kolam kering bercadas. Akibatnya, tulang rusuk miliknya patah. Bahkan, hingga kini kedua kakinya tidak bisa digerakan.
Berbagai macam jenis pengobatan diakui sang ayah sudah pernah ditempuh. Kebanyakan, Misra diobati secara tradisional karena pihak keluarga tidak memiliki Kartu BPJS Kesehatan.
“Pernah ke dokter, kata dokter tulang rusuknya patah. Harusnya dibawa ke RS Cibabat tapi gak ada biaya, BPJS gak punya. Jadi, kami bawa ke ahli patah tulang, tapi belum ada perkembangan,” katanya, dilansir PR, Rabu (14/2/2018).
Misra sendiri tampak tabah menghadapi kondisi kesehatannya, dia hanya mengaku sakit dan sesak dengan penyakitnya. Namun kini dia sedikit lega hati karena mendapat bantuan dari Dedi Mulyadi yang akan memberikan bantuan pengobatan, baik medis maupun tradisional.





