JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan akan langsung memecat tiga PNS yang diduga melakukan pencabulan terhadap siswi magang di kantor Pemerintah Kota Jakarta Pusat, jika terbukti benar melakukan hal tersebut.
“Kalau oknum PNS pasti kita pecat, mesti kita pecat,” tegas Ahok, di Balai Kota Jakarta, seperti dilansir Liputan6.com, Sabtu (6/8/2016).
Namun ia mengaku belum mendapat laporan secara langsung, “Saya belum dapat laporan, mesti cek nanti. Baru baca berita,” ujarnya.
Untuk mencegah agar kejadian tersebut tidak berulang, Ahok akan segera meratakan penempatan CCTV. Selain itu, Ahok menyarankan agar para anak magang jangan mau dirayu dan jangan dalam ruangan sendirian untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
“Untuk mencegahnya lagi ya kamu usahakan jangan berdua dong. Ya CCTV ada. Kamu jangan berdua, mungkin memang dia ada rayu, dibohongin kan. Ya jadi kalau jadi magang itu jangan sendiri-sendiri,” kata Ahok.
Ahok pun mencontohkan dirinya dan anak magang tidak pernah berdua dalam satu ruangan. “Saya kan buka magang nih, saya enggak boleh (mereka) di ruangan sendiri, perlu diwaspadai. Pintu juga enggak boleh tertutup. semua mesti terbuka. dan di sini, hampir semua ruang rapat ada CCTV,” ucap dia.
“Jadi anak magang yang kerja semua (diawasi) CCTV. Tapi kalau kita ngomong perkosaan, di mana-mana juga bisa terjadi. Yang penting kamu yang mesti liat gitu lho. Jangan mau dijebak,” Ahok memungkas.
Diketahui, perkosaan itu terjadi di lantai 6 Gedung blok D kantor Walikota Jakart Pusat pada Rabu (3/8/2016) siang sekitar pukul 12.00. Korban melaporkan ke Mapolres Jakpus Rabu malam.





