JAKARTA, KBKNEWS.id – Pendakwah asal Jepang, Sensei Sugimoto, mengungkapkan bahwa jumlah Muslim di Jepang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, pertumbuhan tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas ibadah dan pendampingan bagi para mualaf. Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia mendukung pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Chiba sebagai pusat pembinaan Muslim di Jepang.
Pesan tersebut disampaikan saat Safari Dakwah bersama istrinya, Ustazah Purwati, di Masjid Adz Dzikri, Pesona Khayangan, Beji, Depok, Rabu (1/7/2026). Di hadapan sekitar 100 jemaah, Sugimoto menceritakan perjalanan dirinya mengenal Islam melalui akhlak seorang Muslim saat menempuh studi di Bangladesh hingga akhirnya memutuskan menjadi mualaf.
“Saya kenal Islam sejak melakukan studi di Bangladesh. Saya kagum dengan adab dan akhlak seorang Muslim. Di Jepang sendiri, banyak orang tidak memiliki agama dan tidak banyak pembahasan tentang Tuhan atau Pencipta,” ujarnya.
Sugimoto mengaku kehidupan sebagai mualaf di Jepang penuh tantangan, mulai dari sulitnya mencari makanan halal, masjid, hingga guru untuk belajar agama.
Kondisi itu mendorongnya melanjutkan studi ke Malaysia, tempat ia memperdalam ilmu Islam sekaligus bertemu dengan Ustazah Purwati.
Menurut Sugimoto, jumlah Muslim di Jepang meningkat dari sekitar 230 ribu orang pada 2020 menjadi sekitar 420 ribu orang pada 2025. Sekitar separuh di antaranya merupakan warga Indonesia. Meski demikian, jumlah masjid masih sangat terbatas dan umumnya hanya mampu menampung sekitar 200 jamaah.
“Syahadat hanyalah permulaan, istikamah yang utama. Karena itu kami berinisiatif membangun Masjid Al-Muttaqin di Chiba sebagai pusat mualaf dan Islamic Cultural Center di Jepang, agar menjadi tempat bernaung, pembinaan, dan pendidikan Islam bagi generasi muda,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ustazah Purwati juga membagikan kisah pertemuannya dengan Sugimoto saat sama-sama aktif di komunitas Islam di Malaysia.
Menurutnya, pernikahan mereka menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam jalan dakwah.
Salah seorang jemaah, Wulan, mengaku tersentuh dengan kisah perjalanan hidup pasangan tersebut. Ia menilai dakwah yang disampaikan sederhana, namun sarat makna, sekaligus membuka wawasan tentang tantangan yang dihadapi Muslim di Jepang.
Melalui Safari Dakwah tersebut, Dompet Dhuafa turut mengajak masyarakat mengambil bagian dalam pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Chiba sebagai pusat pembinaan dan penguatan komunitas Muslim di Jepang.





