Jumlah Penduduk Manula Makin Banyak

Jumlah penduduk lansia makin meningkat sehingga perlu program agar membuat mereka produktif dan tidak membenani generasi lebih muda

MOMEN Indonesia emas pada 2045 ditandai perubahan struktur demografi yakni melambatnya laju pertambahan penduduk dan cenderung naiknya jumlah populasi orang yang menua.

Demi memperpanjang bonus demografi, pertumbuhan yang lebih berimbang perlu dilakukan melalui program Keluarga Berencana dan ke depannya untuk mendorong agar penduduk lansia lebih produktif.

Laporan Proyeksi Penduduk Indonesia 2020 – 2050 berdasarkan Sensus Penduduk 2000 yang dirilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kompas, 17/05) menyebutkan, laju pertambahan penduduk pada periode tersebut melambat secara bertahap walau proyeksi pertumbuhan penduduk tetap positif.

Bappenas membagi proyeksi penduduk berdasarkan skenario tren (berjalan seadanya) dan dengan intervensi yang dibagi dengan skenario optimis atau moderat dimana kedua skenario menunjukkan, laju pertambahan penduduk semakin melambat.

Sebagai contoh, melalui skenario tren, laju pertumbuhan penduduk Indonesia melambat dari 1,08 persen (periode 2020 – 2025) menjadi 0,57 persen (periode 2035 – 2040) dan menjadi 0,30 persen (periode 2045 – 2050), demikian pula pada skenario optimis, laju pertumbuhan penduduk melambat  dari 1,09 persen (2020 – 2025) menjadi 0,64 persen (2035 – 2040) dan 0,53 persen (2045 – 2050).

Laporan tersebut memperkirakan, Indonesia kini sudah pada periode akhir puncak bonus demografi, sehingga dengan laju pertumbuhan penduduk yang melambat dan penduduk lansia makin meningkat, bonus demograf diproyeksikan berakhir paling cepat pada 2039.

Hal senada disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang menyebutkan, peningkatan angka harapan hidup dan pertumbuhan penduduk di Indonesia tidak berimbang mengingat  walau penduduk makin sejahtera dan tingkat harapan hidup makin tinggi, tetapi pertambahan penduduk melambat sehingga ke depannya akan lebh banyak orang tua.

Hasil proyeksi dengan skenario trend menunjukkan, proporsi penduduk usia 65 tahun ke atas akan naik dari 16,5 juta orang pada 2020 menjadi 47,3 juta orang pada 2045 atau tumbuh 4,36 persen pada periode 2020 – 2035 dan 2,98 persen pada 2040 – 2050.

Sementara penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) tumbuh lebih lambat, yakni dari 186,7 juta orang pada 2020 menjadi 214,2 juta orang pada 2045. Laju pertumbuhan penduduk usia produktif hanya sekitar 0,47 persen pada periode 2030 – 2035 dan 0,15 persen pada periode 2040 – 2050.

Antisipasi memang harus dilakukan agar agar para lansia tidak menjadi beban bagi generasi berikutnya.

Advertisement