Indramayu-Produksi ikan laut di Indramayu mengalami peningkatan sebanyak 23 persen menjadi sekitar 18.000 ton pada 2015. Menurut perhitungan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat, Ono Surono, jumlah itu setara dengan Rp 406 miliar. Namun, ia justru menganggap produksi menurun selama 2016.
Ono beralasan, jumlah ikan di Laut Jawa tidak meningkat dengan tidak beroperasinya kapal-kapal besar seperti yang sering diberitakan media massa. “Terjadi peningkatan di bulan yang sama karena di Laut Jawa sudah terjadi overfishing (penangkapan yang berlebihan) sehingga menurunkan produksi ikan,” katanya seperti dilansir PR, Senin (18/7).
Jumlah tangkapan para nelayan di Indramayu, menurut Ono, juga tidak bisa tertampung lagi di tempat pelelangan ikan yang ada. Ia meyakini, jumlah kapal nelayan di Indramayu terus meningkat dari tahun ke tahun sementara fasilitas yang tersedia tidak ditambah.
Sejak dulu, Ono mengaku sudah meminta pemerintah pusat dan daerah setempat memperluas area TPI Karangsong atau memindahkannya. Dalam satu hari, jumlah hasil tangkapan ikan yang dibongkar di TPI mencapai 60 ton hingga 70 ton. Ia berharap, jumlahnya bisa ditambah hingga dua kali lipat dalam sehari.
Keterbatasan fasilitas dianggap memperlambat proses bongkar kapal-kapal nelayan di sana. “Kapal-kapal di Karangsong ini bisa mengantre untuk bongkar hasil tangkapan sampai satu minggu,” kata Ono menambahkan. Ia pun menagih janji pemerintah pusat yang berencana membuat sentra perikanan terpadu di Karangsong.





