Jumlah Warga Sakit karena Kabut Asap Meningkat

Ilustrasi

RIAU – Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Penanggulangan Krisis Dinas Kesehatan Riau, Jon Kenedy, mengatakan jumlah warga sakit akibat polusi asap kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, semakin meningkat.

Hal tersebut dikarenakan semakin meluasnya juga kebakaran hutan di daerah ini. Dalam laporan yang diterima Dinas Kesehatan Riau pada 27 Agustus lalu, tercatat dalam sehari 69 warga Bengkalis sakit akibat polusi asap di daerah itu, padahal sebelumnya nihil.

Dari jumlah itu, 63 orang terkena infeksi saluran pernafasan akut, empat orang terkena iritasi kulit, dan masing-masing satu orang terkena asma dan iritasi mata. “Asap di Bengkalis cukup parah sehingga warga banyak yang mulai sakit,” kata Jon kepada Antara di Bengkalis, Minggu (28/8/2016).

Untuk itu Dinas Kesehatan Provinsi Riau berupaya membantu instansi kesehatan setempat yang terkena dampak polusi asap kebakaran lahan dan hutan di Riau, antara lain mengirimkan 10 ribu masker medis ke Bengkalis.

“Puskesmas diminta untuk siaga,” kata Jon. “Mobil ambulans berkeliling untuk mengedukasi masyarakat supaya mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika asap pekat.” tambahnya.

Sementara itu Komandan Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau Brigjen TNI Nurendi mengatakan terjadi pergeseran pola pembakaran lahan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab. Titik api cenderung makin banyak pada sore hingga malam hari, terutama pada hari libur yakni Sabtu dan Minggu.

Berdasarkan data Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau, kualitas udara di Bengkalis seperti daerah Duri sudah tidak sehat akibat polusi asap, bahkan di Kota Dumai kualitas udara sudah dalam taraf berbahaya karena Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 369.

“Kita memang memerlukan peningkatan operasi penindakan karena upaya pencegahan sudah kita lakukan, sampai ada satu anggota kita yang jadi korban jiwa tapi ada saja masyarakat yang tetap membakar,” kata Nurendi.

Advertisement