
Jakarta, KBKNews.id – Raksasa energi asal Malaysia, Petronas, secara resmi mengumumkan penemuan cadangan hidrokarbon perdana di sumur eksplorasi Barokah-1. Terletak di Wilayah Kerja (WK) North Ketapang, lepas pantai Jawa Timur, temuan ini mempertegas kawasan tersebut masih menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya terjamah.
Pengeboran sumur Barokah-1 dilakukan oleh anak usaha perusahaan, Petronas North Ketapang Sdn. Bhd., yang dimulai sejak akhir November 2025. Proses ini mencapai puncaknya setelah menembus kedalaman true vertical depth subsea (TVDSS) sekitar 3.315,3 meter.
Mematangkan Peluang Energi di Jatim
Wakil Presiden Eksplorasi Petronas, Ahmad Faisal Bakar, menyatakan keberhasilan di sumur Barokah-1 merupakan tonggak penting bagi strategi perusahaan di Indonesia. Penemuan ini memberikan gambaran yang lebih terang mengenai karakteristik cekungan minyak di wilayah utara Pulau Madura.
Ahmad menekankan hasil ini akan menjadi landasan bagi perusahaan dalam menyusun langkah pengembangan energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
“Hasil ini tentunya memperdalam pemahaman kami terhadap prospektivitas cekungan serta memperkuat komitmen Petronas dalam mendorong pertumbuhan yang terarah dan mematangkan peluang yang dapat berkontribusi bagi lanskap energi yang berkelanjutan di Jawa Timur,” ungkap Ahmad melalui pernyataan tertulis, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Dalam struktur kerja sama di blok ini, Petronas bertindak sebagai operator dengan porsi kepemilikan saham mayoritas sebesar 51 persen. Sisanya dipegang oleh Earthon North Ketapang Pte. Ltd. sebesar 34 persen dan PT Pertamina Hulu Energi North Ketapang sebesar 15 persen.
Dukungan Penuh SKK Migas untuk Ketahanan Energi
Penemuan ini disambut optimis oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menilai keberhasilan di sumur Barokah-1 adalah bukti nyata, daya tarik investasi migas di Jawa Timur tetap tinggi.
Pihaknya memastikan akan mengawal proses evaluasi teknis agar temuan ini tidak sekadar menjadi data, melainkan bisa segera dikonversi menjadi produksi nyata guna mendongkrak lifting migas nasional.
“Temuan ini menunjukkan bahwa potensi migas di wilayah Jawa Timur masih terbuka luas untuk dikembangkan,” tutur Djoko.
Ia juga menambahkan momentum ini sangat tepat mengingat saat ini tengah berjalan pengembangan Lapangan Hidayah di Blok North Madura II, yang sebelumnya telah mendapatkan keputusan investasi akhir pada Oktober 2024 lalu.
Jejak Ekspansi Petronas di Indonesia
Keberhasilan di North Ketapang semakin memperkokoh posisi Petronas sebagai mitra strategis Indonesia di sektor energi. Selain blok ini, perusahaan juga menjadi operator di beberapa wilayah kerja lepas pantai Jawa Timur lainnya. Termasuk Blok Ketapang, North Madura II, dan Serpang.
Ekspansi Petronas bahkan meluas hingga ke kawasan timur Indonesia melalui pengelolaan Blok Bobara di lepas pantai Papua Barat. Dengan jaringan kemitraan yang tersebar dari Sumatra hingga Natuna, penemuan terbaru di Jawa Timur ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi regional dan stabilitas pasokan energi domestik.




