Kaki Diamputasi, Ahen Harap Ada Bantuan Kaki Palsu

ilustrasi Salah satu anggota Komunitas Kreativitas Difabel tengah membuat kaki palsu/ indonesia-feature.blogspot.com

PANGANDARAN – Menderita penyakit kelainan kaki atau burger membuat Ahen Suhendi (37), warga Dusun/Desa, Cimanggu RT 06/02 Kecamatan Langkaplancar terpaksa merelakan kakinya diamputasi beberapa hari yang lalu.

Sejak 5 tahun lalu,  penyakit tersebut dideritanya sehingga membuat daging dan kulit pada kakinya melepuh dan copot hingga pihak medis merekomendasikan untuk dipotong.

Oneng Sumiati (24), adik kandung Ahen mengatakan jika kehidupan keluarganya sanga sulit secara ekonomi, dan mereka  beruntung saat pelaksanaan pemotongan sudah menjadi peserta BPJS kelas 3.

Dikisahkan Oneng, Ahen saat ini hidup tanpa istri lantaran istrinya meninggalkan Ahen semenjak sakit dan kini hidup bertiga di perkampungan dengan ibunya Ema Enih (50) dan Dewi Susanti (19), adik terakhir Ahen.

“Kakak saya merupakan tulang punggung ekonomi keluarga dengan kondisi kakinya yang tidak normal saat ini juga harus menanggung beban biaya sekolah anaknya Hilmi Ramdhani yang sekolah di MA Pamarican Kabupaten Ciamis,” tambahnya.

Oneng berharap pihak pemerintah daerah melalui Bidang Sosial dapat membantu meringankan beban Ahen Untuk mendapat bantuan kaki palsu agar Ahen bisa beraktivitas meski tidak maksimal seperti orang pada umumnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani mengatakan, pihaknya akan koordinasi ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Kementrian Sosial untuk mempermudah mendapatkan kaki palsu.

“Secepatnya akan kami proses pengajuan, semoga secepatnya ada jawaban dari Provinsi dan Kementrian,” pungkasnya, dikutip dari Sindonews.

Advertisement