Kala Ustaz Khalid Bertemu Pandji, Bahas Roasting hingga Kritik Pemimpin

Momen Ustaz Khalid Basalamah bertemu Pandji Pragiwaksono di Podcast Kasisolusi (Foto: Kasisolusi)
JAKARTA, KBKNews.id – Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan pandangan Islam mengenai bagaimana seharusnya seorang Muslim bersikap terhadap pemerintah, terutama dalam hal memberikan kritik atau roasting yang kini sering menjadi konten di media sosial. Ada beberapa catatan yang bisa dipahami sebagai Muslim.
Pesan-pesan ini diberikan Ustaz Khalid saat bertemu stand up comedian Pandji Pragiwaksono dalam podcast Kasisolusi seperti dirangkum, Selasa (10/3/2026). Berikut ini catatan dari Ustaz Khalid:

1. Urgensi Adanya Pemimpin

Ustaz Khalid mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu bahwa dalam suatu komunitas wajib ada pemimpin, baik itu pemimpin yang Bir (baik/bertakwa) maupun yang Fasik (masih memiliki pelanggaran). Keberadaan pemimpin menjamin roda ekonomi berjalan, keamanan terjaga, dan umat bisa beribadah dengan tenang.

2. Adab Mengkritik dalam Islam

Islam memberikan koridor yang jelas dalam berinteraksi dengan penguasa:
Kepatuhan: Wajib patuh pada aturan pemerintah (seperti rambu lalu lintas, administrasi negara) selama tidak memerintahkan maksiat atau melarang ibadah.
Mendoakan: Salah satu poin yang sering luput adalah mendoakan pemimpin agar mendapat hidayah. Jika pemimpin baik, maka maslahatnya akan dirasakan oleh seluruh rakyat.
Metode Empat Mata: Idealnya, kritik disampaikan secara langsung dan tertutup. Hal ini untuk menjaga wibawa pemimpin dan menghindari fitnah atau kegaduhan di masyarakat.
Gunakan Retorika yang Santun: Mengkritik pemerintah diibaratkan seperti anak yang menasihati ayahnya—harus menggunakan bahasa yang mulia, bukan menghina atau memojokkan.

3. Hukum Penghasilan (Cuan) dari Konten Kritik

Mengenai pertanyaan apakah halal mendapatkan uang dari konten yang mengkritik pemerintah, Ustaz Khalid menjelaskan:
“Jika kritik tersebut masih dalam koridor yang dibolehkan oleh pemerintah (misalnya melalui media yang diizinkan), disampaikan dengan data yang valid, dan menggunakan bahasa yang elegan/edukatif, maka hukumnya halal.”
Namun, beliau memberikan catatan penting bagi para kreator konten: “Kontenmu adalah pribadimu.” Jika konten berisi hinaan, ugal-ugalan, atau sekadar mencari keramaian (engagement) tanpa adab, maka hal itu mencerminkan kualitas rendah dari pembuatnya dan bisa mendatangkan mudarat (bahaya) yang lebih besar.

 4. Memperbaiki Masyarakat untuk Pemimpin yang Lebih Baik

Panji Pragiwaksono menambahkan perspektif bahwa kritik yang ia sampaikan sering kali justru ditujukan untuk mengedukasi masyarakat. Sesuai dengan kaidah bahwa pemimpin adalah cerminan rakyatnya, maka untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas, masyarakatnya pun harus diperbaiki terlebih dahulu.
Islam tidak melarang kritik, namun sangat menekankan pada adab, cara, dan tujuan. Kritik yang konstruktif dan sesuai aturan hukum negara adalah bagian dari kecintaan terhadap bangsa, sementara cacian di depan umum lebih banyak mendatangkan mudarat bagi stabilitas ekonomi dan keamanan negara.
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here