Jakarta, KBKNews.id – Kanker paru menjadi penyebab kepergian ibunda dari penyanyi Indonesia, Raisa. Dia meningal di RS Dharmais, Sabtu 29 November 2025.
Kanker paru masih menjadi penyakit yang banyak menghantui masyarakat hingga saat ini. Di balik ganasnya penyakit ini, banyak orang tidak menyadari penyakit ini sering hadir tanpa gejala berarti.
Apa sebenarnya kanker paru-paru dan mengapa penyakit ini begitu mematikan?
Definisi
Melansir dari mountelizabeth.com.sg, kanker paru-paru terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh tanpa kendali di jaringan paru-paru. Dalam kondisi normal, udara yang kita hirup melewati hidung, trakea, lalu menuju paru-paru lewat bronkus hingga ke bronkiolus dan alveolus. Pada kanker paru, proses kehidupan ini terganggu oleh sel-sel ganas yang berkembang di area tersebut.
Secara umum, ada dua jenis kanker paru. Pertama, kanker paru jenis non-sel kecil (Non-Small Cell Lung Cancer/NSCLC). Jenis ini merupakan yang paling sering ditemukan. Biasanya berasal dari sel-sel yang melapisi saluran bronkus.
Kedua yakni kanker paru sel kecil (Small Cell Lung Cancer/SCLC). meski lebih jarang, tetapi jenis ini jauh lebih agresif. Dia dengan cepat menyebar melalui aliran darah.
Indonesia sendiri berada dalam posisi yang mengkhawatirkan. Menurut data Globocan 2020, kanker paru menempati urutan ketiga kasus baru tertinggi. Dia juga menjadi kanker paling mematikan dengan lebih dari 30.000 kematian per tahun.
Cara Dokter Tentukan Stadium Kanker
Untuk memahami sejauh mana kanker berkembang, dokter menggunakan sistem TNM. Tumor (T) yakni mengukur ukuran dan lokasi tumor. Nodus (N): melihat apakah kanker menyebar ke kelenjar getah bening. Metastasis (M): mengecek penyebaran ke organ lain seperti otak, tulang, atau hati.
Dari sini, kanker ditentukan stadiumnya—mulai dari stadium 0 hingga 4.
Gejala Kanker Paru Sering Tak Terlihat di Awal
Salah satu alasan kanker paru sangat mematikan adalah karena gejalanya sering diremehkan atau tidak terasa di tahap awal. Ketika mulai berkembang, beberapa tanda berikut bisa muncul:
- Batuk yang tak kunjung sembuh
- Suara serak
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Batuk berdarah
- Mudah lelah
- Penurunan berat badan drastis
- Infeksi paru berulang, seperti pneumonia
Jika gejala-gejala ini terus berlanjut, deteksi dini menjadi langkah penting. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan.
Penyebab Kanker Paru
Penyebab terbesar penyakit ini adalah rokok. Sekitar 85% kasus berkaitan dengan kebiasaan merokok—baik perokok aktif maupun pasif. Namun bukan berarti non-perokok aman sepenuhnya.
Beberapa risiko lain meliputi:
- Usia di atas 40 tahun
- Paparan radon, asbestos, arsenik, kromium, nikel, dan polusi udara
- Pernah menjalani terapi radiasi
- Riwayat keluarga dengan kanker paru
Komplikasi Kanker Paru
Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi seperti:
- Penumpukan cairan di rongga pleura
- Batuk berdarah
- Nyeri dada atau tulang
- Gangguan saraf
- Gangguan jantung
- Kesulitan menelan
- Kelainan kadar kalsium dan natrium
- Sindrom vena cava superior yang menyebabkan pembengkakan wajah dan lengan
Langkah Pencegahan
Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling mungkin dicegah. Beberapa langkah berikut bisa sangat membantu:
- Tidak merokok dan berhenti merokok
- Menghindari paparan asap rokok
- Berolahraga rutin
- Menggunakan alat pelindung di lingkungan kerja berisiko
- Rutin konsumsi buah dan sayur
- Pemeriksaan medis untuk deteksi dini
Cara Diagnosis
Diagnosis biasanya dimulai dari pemeriksaan fisik dan pendengaran suara napas menggunakan stetoskop. Pemeriksaan lanjut dapat meliputi:
- Rontgen dada
- CT-scan atau MRI
- Biopsi jaringan paru
- Tes darah, dahak, hingga spirometri
Langkah-langkah ini membantu dokter memahami jenis kanker dan menentukan strategi pengobatan.
Pilihan Pengobatan
Pengobatan biasanya melibatkan beberapa pendekatan:
1. Kemoterapi
Untuk mengecilkan atau membunuh sel kanker.
2. Terapi Radiasi
Menggunakan sinar-X energi tinggi untuk menghancurkan kanker.
3. Pembedahan
Mengangkat tumor dan sebagian kelenjar getah bening.
4. Terapi Target
Obat khusus yang menyerang mutasi gen tertentu pada sel kanker.
Mengenali gejala, melakukan deteksi dini, dan menjaga gaya hidup sehat merupakan langkah yang bisa menyelamatkan nyawa.





