AS Bakal Serang Venezuela?

Kapal perusak AL AS USS Gravely tampak sandar di pelabuhan Port of Spain, Trinidad, sejak Minggu 26/10, diduga dalam rangka rencana menyerang Venezuela (foto: Reuters)

AS Bakal Serang Venezuela

PRESIDEN ke-47 Amerika SerikatĀ  Donald Trump mengisyaratkan, negaranya segera akan melancarkan serangan darat di Venezuela, menyasar jaringan perdagangan narkoba, yang diperangi negaranya.

“Dalam beberapa minggu terakhir, kalian berupaya mencegah para pengedar narkoba Venezuela, yang jumlahnya banyak. Tentu saja, jumlah yang datang melalui laut sudah tidak banyak lagi,” kata Trump, dalam pesan Ā telepon Thanksgiving kepada para prajurit AS, (27/11).

“Anda mungkin menyaksikan, orang-orang tidak lagi mengirim barang-barang itu dari laut, dan (kini) kami juga akan mulai mencegat mereka di darat,” lanjutnya, dikutip dari CNN. ā€œ(Melalui) darat memang lebih mudah, dan itu akan segera dimulai,” Ā ujarnya.

Presiden ke-47 AS itu pun menegaskan kembali sikap keras pemerintahannya terhadap jaringan narkoba internasional.

ā€œKami peringatkan mereka: ā€œHentikan pengiriman racun ke negara kami,ā€ tegas Trump. Pernyataan Trump keluar setelah AS mengerahkan sejumlah armada perang dan meningkatkan aktivitas militer di kawasan Amerika Latin, khususnya Venezuela, sepanjang bulan ini.

Awal pekan ini, pemerintahan Trump resmi menetapkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan para sekutu utamanya sebagai anggota teroris asing.

Penetapan tersebut juga berlaku untuk Cartel de los Soles, istilah yang menurut sejumlah analis mengacu ke Pemerintah Venezuela karena diduga korup, bukan kelompok kriminal terorganisir.

Status tersebut memberi wewenang bagi Pemerintah AS untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap aset dan infrastruktur yang terkait Maduro.

Namun, menurut pakar hukum, penetapan status ini tidak serta-merta memberi otorisasi penggunaan kekuatan militer.

Sebelumnya, militer AS menyerang kapal kapal yang diduga menyelundupkan narkoba melalui Laut Karibia, 15 September 2025, menewaskan 80 orang.

Operasi Tombak Selatan

Sebagai bagian dari Operasi Tombak Selatan yang dicanangkan Pentagon, militer AS mengerahkan belasan kapal perang dan sekitar 15.000 tentara ke Amerika Latin.

Dalam operasi tersebut, militer AS disebut menewaskan lebih dari 80 orang dalam serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba.

Akan tetapi, laporan CNN awal bulan ini menyebutkan

bahwa para pejabat Trump dalam sesi tertutup Kongres menyatakan bahwa saat ini tak ada rencana melancarkan serangan darat ke Venezuela.

Menurut empat sumber, opini hukum yang dikeluarkan Kantor Penasihat Hukum Departemen Kehakiman hanya memberikan dasar hukum bagi serangan terhadap kapal-kapal yang dicurigai, tetapi tidak untuk target di wilayah darat Venezuela atau negara lainnya.

Namun demikian, para pejabat “Negeri Paman Sam” tidak menutup kemungkinan adanya aksi militer lebih lanjut di masa mendatang.

Di sisi lain, Pemerintah AS terus menghindari keterlibatan formal Kongres dalam tindakan militernya di kawasan Amerika Latin.

Seorang pejabat senior Departemen Kehakiman bahkan menyampaikan kepada Kongres pada November lalu, militer AS dapat terus menjalankan serangan terhadap target pengedar narkoba tanpa persetujuan legislatif.

Pejabat itu juga menegaskan, pemerintah tidak terikat oleh undang-undang wewenang perang yang berlaku sejak puluhan tahun lalu, dan biasanya mengharuskan konsultasi dengan Kongres.

Jika serangan AS jadi dilancarkan, agaknya berupa operasi terbatas kes pusat-pusat pengendali atau markas operasi bisnis narkotika yang dituding AS berpusat di Venezuela.

Gajah lawan semut

Perang antara AS, negara terkuat di dunia dengan 1,32 juta personil dan anggaran pertahanan 895 miliar dollar AS atau setara Rp14.895 triliun Ā (ranking 1 menurut GFP), dibandingkan Venezue 109.000 personil dan anggaran 4,09 miliar dollar (Rp81,3 triliun) tentu bagai gajah lawan semut.

Bayangkan! AU AS mengoperasikan 1.790 pesawat tempur dan lebih 1.000 helikopter serang, dibandingkan Venezuela dengan 30 pesawat tempur dan 10 helikopter.

Matra darat AS didukung 4.640 tanktempur utama dan 392.000 kendaraan lapisbaja, berbanding hanya 172 tank dan sembilan kendaraan lapis baja.

Di laut, kekuatan kedua negara lebih njomplang lagi. AS memiliki 11 kapal induk, 70 kapal selam dan 81kapal perusak, sebaliknya armada AL Venezuela hanya didukung 34 kapal perang, sebagian besar (25) kapal patroli, beberapa fregat dan satu kapal selam.

Jika serangan AS jadi dilancarkan, agaknya berupa operasi terbatas ke pusat-pusat pengendali atau markas operasi bisnis narkotika yang dituding AS berpusat di Venezuela. (CNN/AFP/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here