Kapal Induk TNI-AL KRI Gajah Mada akan Tiba Medio September

Kapal induk seken hibah dari pemerintah Italia ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Indonesia medio Sept. tahun ini (foto: dok.ist)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 28/8 – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan kapal induk pertama TNI-AL KRI Gajah Mada yang sudah diberangkatkan dari pelabuhan di Ialia, Senin malam (24/8) dan didijadwalkan tiba di Indonesia pertengahan September 2026.

“Setibanya di Indonesia kapal seken Itali eks ITS Giuseppe Garibaldi akan berlabuh terlebih dahulu di Jakarta untuk melakukan prosesi serah-terima hibah melalui penandatanganan dokumen,” kata Karo Humas dan Informasi Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, kepada Antara, Kamis (27/8).

Setelah proses serah terima selesai, barulah kapal tersebut menuju pangkalan kapal induk di Lampung.

Sebelumnya, Kadispenal Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul mengatakan saat ini proses penyelesaian pangkalan di Lampung masih berlangsung.

“Kesiapan infrastruktur pangkalan di Lampung dan pekerjaan “ finishing” diharapkan sudah rampung saat kapal tiba,” kata Tunggul (25/8) seperti dikutip dari Antara.

Menurut Ali, kapal tersebut akan menempuh perjalanan lebih dari 20 hari melintasi Terusan Suez dan Laut Merah serta mendapat pengawalan kapal perang Italia.

Ia menjelaskan saat ini kapal induk pertama RI  masih bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan masih menggunakan bendera Italia.

Baru setibanya di Indonesia, kapal yang diakuisisi dengan skema hibah dari Italia  baru berganti bendera dan nama menjadi KRI Gajah Mada.

Spesifikasi

Kapal induk milik AL ITS Giuseppe Garibaldi (C551) mampu menampung 18 helikopter seperti Agusta Sikorsky SH-3D Sea King dan the Agusta Bell AB212, atau 16 jet tempur AV-8B yang bisa melakukan lepas landas dan mendarat jarak pendek (STOVL).

Kapal induk yang akan dinamai KRI Gajah Mada  diluncurkan pada 1985, akan menjadi salah satu kapal perang terbesar di armada TNI-AL  .

Dek kapal induk  Giuseppe Garibaldi telah ditingkatkan untuk mendukung operasi yang melibatkan helikopter canggih EH101 yang digunakan Angkatan Laut Italia.

 

Kapal induk ini memiliki panjang 800 kaki (243,84 meter), dengan dek untuk lintasan penerbangan sepanjang 174 dan lebar 30,5 meter dan bobot penuh sampai 14.150 ton.

Mesin menggunakan sistem propulsi Gabungan Gas dan Gas (COGAG), memanfaatkan empat turbin gas LM2500 yang dengan kecepatan maksimum 30 knot.

Sistem Persenjataan Utama

  • Rudal Antipesawat (SAM): Satu peluncur Albatros dengan delapan sel untuk menembakkan rudal permukaan-ke-udara jenis Aspide.
  • Meriam Pertahanan Dekat (CIWS): Tiga sistem senjata DARDO yang menggunakan meriam ganda Breda (Oto Melara) 40/70 kaliber 40 mm untuk menghadapi ancaman udara jarak dekat.
  • Sistem Anti-Torpedo: Dilengkapi dengan perangkat pengecoh anti-torpedo seperti SLQ-25 Nixie dan sistem SLAT, serta perangkat perlawanan elektronika (ECM).

Kehadiran kapal induk KRI Gajah Mada seken hibah dari Italia ini untuk memperkuat jajaran TNI-AL diharapkan menciptakan efek penggentar (deterrent) bagi potensi  lawan yang coba-coba mengganggu kedaulatan RI.

Gajah Mada sebelumnya juga pernah digunakan sebagai nama kapal perusak TNI AL peninggalan Belanda pasca kemerdekaan RI (eks-HNLMS Tjerk Hiddes), sedangkan kapal terbesar yang sebelumnya pernah dimiliki TNI-AL adalah kapal penjelajah kelas Sverdov KRI Irian seken Uni Soviet (eks-Ordzonikidze dengan panjang 210 m, lebar 22 m dan bobot 16.640 ton). (ANT/ns)

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here