Kapal Perintis Tak Berlayar Dua Bulan, Masyarakat Pulau Enggano Kesulitan Angkut Bahan Pangan

Ilustrasi/ Beritatrans

BENGKULU – Sudah dua bulan kapal perintis yang  melayani rute pelayaran Bengkulu-Pulau Enggano tidak beroperasi dan hal tersebut membuat warga Pulau Enggano, Bengkulu Utara kesulitan mengangkut bahan pangan.

Tokoh masyarakat Pulau Enggano, Raffli Kaitora mengeluhkan hal tersebut, karena sudah dua bulan  masyarakat kesulitan mengangkut bahan pangan menuju Enggano.

Ia mengatakan, biasanya masyarakat membawa bahan pangan dari Kota Bengkulu menuju Pulau Enggano dan sebaliknya membawa hasil bumi dari pulau terluar itu menuju Kota Bengkulu.

“Kami sudah bertanya ke beberapa pihak, termasuk perhubungan provinsi tapi tidak ada jawaban memuaskan,” ucapnya, Rabu (10/5/2017).

Kapal perintis merupakan salah satu transportasi andalan warga Pulau Enggano menuju Kota Bengkulu selain kapal feri Pulo Tello. Kapal dimanfaatkan untuk mengangkut bahan pangan dan hasil bumi, sedangkan kapal feri lebih diutamakan sebagai angkutan orang atau penumpang.

“Kalau bawa bahan pangan melalui kapal feri, warga diwajibkan membawa dalam mobil, tidak bisa diletakkan di dek kapal, ini menambah ongkos yang memberatkan warga,” katanya, mnegutip Okezone.

Kepala Terminal PT Pelni Cabang Bengkulu, Junianto mengatakan, saat ini kapal perintis sedang berada di Tanjung Priok untuk proses penerbitan sertifikat keselamatan.

Pulau Enggano yang merupakan pulau terluar Provinsi Bengkulu berjarak 106 mil laut dari Kota Bengkulu dapat ditempuh selama 12 jam pelayaran dalam kondisi cuaca normal.

Pulau tersebut dihuni sekitar 3.000 jiwa yang bermukim di enam desa yakni Desa Kahyapu, Malakoni, Kaana, Meok, Apoho dan Banjarsari.

Advertisement