
KARANTINA wilayah guna mencegah laju penyebaran varian baru virus corona dari India (Delta atau B.1.617.2) yang sudah muncul antara lain di Jakarta, Kudus (Jawa Tengah) dan Bangkalan, Madura perlu dipertimbangkan.
Berdasarkan catatan Kemenkes sampai Minggu (13/6), dari total 104 kasus varian Delta, terbanyak ditemukan di Jawa Tengah yakni di Brebes, Cilacap dan Kudus (75) dan tiga pasien di Jawa Timur (Dua di Bangkalan dan satu Bojonegoro), selebihnya 26 kasus di ibukota.
Opsi untuk menerapkan karantina wilayah, kata epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono, karena varian tersebut bisa cepat menyebar walau pun belum diketahui apakah lebih mematikan.
“Kita harus cemas melihat kenyataan, varian virus sudah muncul di Indonesia. Varian Delta dan Alpha sudah mendominasi. Harus ada keberanian melakukan karantina di wilayah yang sedang meningkat kasusnya,” ujar Pandu Riono, Senin (14/6)
Selain karantina wilayah, menurut Pandu, pemerintah juga diminta sigap untuk melakukan Tes-Lacak-Isolasi (testing, tracing, treatment) yang ketat hingga vaksinasi cepat pada mereka yang paling rentan.
| Sementara Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti mengakui, 19 kasus varian baru virus Covid-19 yakni Alpha, Beta dan Delta telah terlacak masuk wilayah ibukota, dibawa oleh para pekerja migran dan lima orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. |
Sejauh ini belum diketahui asal muasal penularan virus kelima orang tersebut, sementara keempat belas orang yang belum dinyatakan sembuh kini masih menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.
Virus varian Alpha (sebelumnya disebut B117) ditemukan pertama kali di Inggris dan menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio beberapa waktu lalu, virus corona varian B117 sudah menyebar di DKI Jakarta.
Walau tingkat penyebarannya lebih tinggi atau sangat menular, sejauh ini belum terbukti varian virus B117 lebih ganas atau lebih mematikan dari virus aslinya sebelum bermutasi.
| Sedangan varian Beta atau sebelumnya dikenal sebagai varian virus B1.351 asal Afrika Selatan, sedangkan pada awal Mei lalu sudah dikonfirmasi menyebar di Pulau Bali, dan kemudian juga di Jakarta.
Tren angka korban terpapar Covid-19 nasional naik terus sejak sekitar awal Juni, dan Senin, (14/6) tercatat penambahan 8.189 kasus positif menjadi 1.919.358 kasus, yang sembuh naik 6.143 orang menjadi 1.751.234 orang dan yang meninggal bertambah 237 orang menjadi 53.116 orang. |
Opsi untuk memberlakukan lagi karantina terbatas perlu cermat dipertimbangkan, karena pilihannya adalah menjaga keseimbangan antara menghambat penyebaran Covid-19 dan ekonomi tetap jalan.
Pilihan dilematis!




