Kasus COVID-19 di Luar Jawa Bali Turun 9,5 Persen

Sejumlah varian baru virus corona yakni Alpha asal Inggeris, Beta asal Afrika Selatan dan Delta asal India sudah menyebar di Indonesia dan berkontribusi pada lonjakan korban Covid akhir-akhir ini.

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN)Airlangga Hartarto mengatakan kasus COVID-19 di luar Pulau Jawa dan Bali tercatat turun 9,5 persen sejak 9 hingga 16 Agustus 2021 atau menjadi 31 persen dari total kasus nasional.

“Alhamdulillah telah terjadi penurunan. Kasus di luar Jawa-Bali sekitar 31 persen dari total kasus nasional. Selama tanggal 9 hingga 16 Agustus ini untuk luar Jawa Bali turun sebesar minus 9,50 persen,” katanya, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin.

Kasus aktif COVID-19 di luar Jawa-Bali saat ini di angka 50,8 persen, tingkat kesembuhan 81,51 persen, dan kasus kematian 2,8 persen.

Menko Airlangga mengatakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanganan COVID-19 di tiga fokus yaitu menekan mobilitas, penanganan di hulu dengan prioritas memakai masker, serta penguatan 3T atau testing, tracing, treatment yang ditingkatkan hingga 10 kali; menggeser penerapan isolasi mandiri menjadi isolasi terpusat; dan peningkatan jumlah vaksinasi hingga sama dengan rata-rata nasional.

“Dari 27 provinsi luar Jawa ini, sebanyak 45 kabupaten/kota menerapkan PPKM level 4. Untuk wilayah kepulauan 5 provinsi menerapkan PPKM level 4, 13 provinsi PPKM level 3, dan 9 prov PPKM level 2,” kata Menko Airlangga.

Pemerintah kembali memutuskan untuk memperpanjang PPKM level 4, 3 dan 2 di wilayah Jawa-Bali pada 17-23 Agustus 2021. Sementara untuk wilayah di luar Jawa-Bali tetap menerapkan PPKM yang telah dijalankan sejak 10 Agustus hingga 23 Agustus 2021.

Advertisement