spot_img

Kasus Positif Corona di DKI Jakarta Lebihi Ambang Batas WHO

JAKARTA – Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkapkan kasus positif COVID-19 di Ibu Kota hingga saat ini mencapai 20 persen atau melonjak signifikan dibandingkan sekitar dua pekan terakhir pada Sabtu (22/1) yang mencapai 5,8 persen.

“Kami mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan varian Omicron yang kini meningkat di Jakarta. Upaya 3T terus digalakkan, selain vaksinasi COVID-19,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta, Sabtu.

Peningkatan persentase kasus positif COVID-19 tersebut melebihi ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar lima persen sebagai batas ideal.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mencatat selama sepekan terakhir sebanyak 283.825 orang menjalani tes usap berbasis ‘Polymerase Chain Reaction” (PCR) dengan hasil 20 persen persentase kasus positif hingga Jumat (4/2).

Tingginya lonjakan kasus positif COVID-19 di DKI juga didorong tingginya jumlah orang yang menjalani tes usap PCR dari target WHO per pekan mencapai 10.645 tes. Sedangkan data terakhir di Jakarta total telah mencapai 283.825 tes.

Dwi menambahkan target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu sehingga target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 283.825 orang dites PCR.

“Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 803.622 per sejuta penduduk,” katanya, dilansir Antara.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI, kasus harian COVID-19 per Jumat (4/2) bertambah sebanyak 13.179 kasus sehingga total kasus positif mencapai 952.371 kasus.

Sedangkan jumlah kasus aktif atau orang yang menjalani isolasi atau dirawat bertambah 7.356 kasus sehingga total mencapai 55.256 kasus.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles