Kata Ahli Geologi soal Suara Dentuman Misterius di Gunungkidul

Ilustrasi Gua Grubug di Gunungkidul. (Foto: Ist)

YOGYAKARTA – Suara dentuman misterius terdengar di sebagian wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (22/12/2022).

Terkait suara dentuman tersebut, ahli geologi yang juga dosen Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta, Jatmika Setiawan, menduga bahwa sumber berasal dari reruntuhan atau amblekan dinding gua di sungai bawah tanah.

Reruntuhan itu jatuh ke air dan menimbulkan suara.

“Dentuman itu bisa terjadi karena amblekan (runtuhan) yang terjadi di bawah tanah,” kata Jatmika, dikutip dari kompas.com.

Ia menjelaskan bahwa Gunungkidul merupakan kawasan batu gamping atau karst topografi. Di kawasan pegunungan karst terdapat endokarst dan eksokarst.

“Kalau di bawah permukaannya itu yang endokarst itu banyak saluran-saluran kalau yang kecil kemudian menjadi satu menjadi sungai bawah tanah, menjadi gua-gua yang dari yang kecil sampai gua-gua yang sangat besar di bawah batu gamping,” katanya.

Ia menambahkan reruntuhan atau amblekan yang terjadi ini disinyalir karena gempa Bantul pada 2006 silam.

Lapisan dinding batu gamping runtuh tetapi di bagian bawah terdapat sungai bawah tanah, akibatnya terdengar suara dentuman di permukaan.

“Contoh lainnya di Gua Pindul, lubang untuk masuk dan keluar dari Gua Pindul tercipta karena amblekan. Dinding gua menipis setelah terjadi amblekan dan tercipta lubang,” ucap dia.

Jarmika mengatakan bahwa terjadinya amblekan ini wajar terjadi di batuan Gamping.

“Fenomena sederhana, karena itu terjadi di batu gamping,” imbuh dia.

Terkait dentuman ini menurut Jatmika perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan suara dentuman berasal dari amblekan dinding gua.

Jatmika mengimbau jika masyarakat membangun bangunan di atas sungai bawah tanah agar menggunakan bahan-bahan yang ringan.

“Kalau membangun, ya, bangunan ringan, jangan yang cukup berat,” ucap dia.

Sebelumnya, suara dentuman di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kamis (22/12/2022) ternyata didengar 11 kapanewon. Suara mirip ledakan yang terjadi sekitar pukul 11.18 WIB itu hingga kini masih misterius.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi, menyampaikan ada warga dari 11 kapanewon yang mendengarkan suara dentuman.

Di antaranya Kapanewon Ponjong, Karangmojo, Nglipar, Semin, Ngawen, Wonosari, Playen, Gedangsari, Patuk, Semanu, dan Rongkop.

“Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan terkait suara dentuman,” kata Sumadi.

Dikatakannya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BMKG dan sejumlah instansi lain, namun belum diketahui penyebab suara dentuman tersebut.

“Belum bisa dipastikan (suara dari mana). Kemarin, BMKG, Lapan menyebut tidak ada aktivitas terkait kegempaan. Gunung merapi aman. Dari otoritas penerbangan tidak ada latihan militer, ini masih misterius,” katanya.

Sumadi berharap masyarakat tidak panik, dan mencari informasi dari sumber yang terpercaya.

“Masyarakat diimbau tetap tenang,” tuturnya.

Advertisement