Keberadaan Mojtaba Khamenei Tetap Misteri

Kondisi dan keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tidak diketahui secara pasti sejak serangan AS dan Israel ke Iran akhir Feb. lalu karena ia tidak pernah muncul di depan publik. (foto:NTVNews.id)

JAKARTA –  (KBKNEWS) – 29/8 – KEBERADAAN Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tetap menjadi tanda tanya  lantaran ia belum juga muncul ke publik pasca dikabarkan tewas dalam serangan Amerika Srikat dan Israel akhir Februari lalu.

Mojtaba khamenei sama sekali belum pernah terlihat maupun terdengar oleh rakyat Iran hingga menciptakan kekosongan di pusat kepemimpinan negaranya.

CNNI melaporkan (29/8), pertanyaan mengenai kondisi dan perannya di pemerintahan pun semakin pelik. Bahkan di kalangan pendukung garis keras Republik Islam Iran, keraguan terhadap kepemimpinan Khamenei mulai muncul.

“Kami perlu mendengar suara pemimpin kami, atau melihat tanda apa pun bahwa ia masih menjadi  pucuk pimpinan negara, agar kami lebih percaya diri,” kata seorang anggota milisi sukarelawan Basij di Qom, kota pusat pendidikan Syiah yang menjadi jantung negara teokratis Iran.

Anggota Basij tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan karena membahas isu yang sangat sensitif, mengatakan ia percaya Khamenei memang masih mengambil keputusan-keputusan penting.

Namun, ketidakhadirannya bahkan tampilannya yang juga tak pernah ada di satu foto pun, menurut dia,  dinilai dapat menurunkan moral pasukan dan tidak menguntungkan bagi rakyat Iran.

Pernyataan keras
Sementara itu, di kalangan warga Iran yang menentang hierarki pemerintahan atau menginginkan reformasi luas, pesannya lebih keras.

“Bagaimana kami tahu bahwa Mojtaba belum terbunuh?” kata Shahrokh, seorang pengusaha pro-reformasi di Teheran yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.

“Tidak masuk akal jika tidak ada satu pun tanda yang membuktikan bahwa ia masih hidup, juga bukti bahwa ia terlibat dalam pengambilan keputusan,” tambahnya seperti dikutip Reuters.

Para pejabat Iran dan sejumlah sumber senior di negara tersebut menegaskan Mojtaba Khamenei masih memegang kendali, memimpin dari balik layar demi alasan keamanan sembari memulihkan diri dari luka-luka yang mengubah wajahnya usai selamat dari serangan udara AS-Israel.

Para pejabat Iran menuturkan ia mendelegasikan sebagian besar kewenangan sehari-hari kepada sekelompok tokoh penting.

Namun, karena tidak ada foto, video, maupun pesan suara yang dirilis sejak pengangkatannya sekitar sepekan setelah perang dimulai, rakyat Iran semakin skeptis terhadap posisinya dalam Republik Islam, di mana suara pemimpin seharusnya bersifat mutlak.

“Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah Mojtaba masih hidup, melainkan apakah Iran masih memiliki seorang pemimpin tertinggi yang benar-benar menjalankan pemerintahan,” kata Alex Vatanka dari Middle East Institute di Washington seperti dikutip Reuters.

Satu-satunya pesan Khamenei kepada rakyat Iran sejauh ini disampaikan melalui beberapa pernyataan tertulis yang dibacakan oleh penyiar berita.

Ia bahkan tidak hadir dalam rangkaian upacara pemakaman untuk ayahnya selama kurang lebih sepekan pada Juli lalu.

Rutin gelar pertemuan
Sementara itu, para pejabat Iran mengaku, Khamenei tetap rutin mengadakan pertemuan dengan para tokoh senior, menerima seluruh laporan penting, serta mengambil keputusan akhir mengenai setiap persoalan utama.

Presiden Masoud Pezeshkian bahkan mengatakan ia telah mengadakan pertemuan selama tujuh jam dengan Khamenei pada 10 Agustus lalu.

Garda Revolusi, kekuatan besar Iran, semakin berpengaruh sejak awal perang dan tetap menjadi pusat pemikiran strategis di tingkat tertinggi dalam sistem pemerintahan yang telah ditata ulang di sekitar Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Lingkaran elite tersebut mencakup para komandan senior Garda Revolusi serta tokoh-tokoh politik seperti Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammed Baqer Qalibaf.
(CNNI/Reuters/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here