BANDUNG – Laporan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar per 3 Agustus lalu, menyebut lahan pertanian di 19 kabupaten di Jawa Barat terdampak kekeringan.
Lahan pertanian yang terdampak kekeringan mencapai 12.572 hektare. Rinciannya, 5.023 hektare kekeriangan ringan, 3.838 hektare kekeringan sedang, dan 2.950 hektare kekeringan berat.
Menurut Iwa, dari 19 kabupaten, daerah yang terdampak paling parah adalah Kabupaten Indramayu. Berdasarkan catatan Pemprov Jabar, sebanyak 5.314 hektar mengalami dampak ringan, 1.772 hektare sedang, lalu 1.321 hektare kekeringan berat sisanya sebanyak 282 hektar mengalami puso.
Dampak kekeringan tersebut, merata di 11 kecamatan Indramayu. Terutama, terparah ada di Kecamatan Kandanghaur dan Gabus Wetan ada ratusan hektar gagal panen atau puso.
“Paling ringan ada di Kecamatan Balongan yang mengalami kekeringan hanya 28 hektar,â katanya, dilansir laman Republika.co.id.
Pemprov Jabar, kata dia, bersama daerah yang terdampak sudah melakukan sejumlah penanganan di lapangan yakni dengan melakukan pompanisasi dan perbaikan saluran irigasi. Selain itu di sejumlah daerah juga dibuat sumur pantek dan pembuatan embung.





