Kekeringan, Warga Banyumas Hanya Bisa Menunggu Bantuan Air Datang

BANYUMAS – Tim Dompet Dhuafa Jawa Tengah mendapatkan tugas menyalurkan air bersih ke  Kabupaten Banyumas.

Beberapa wilayah di Banyumas dan sekitarnya tengah dilanda kekeringan. Sumber air yang biasa mereka pakai, kini mongering. Warga hanya bisa menunggu kehadiran bantuan air bersih dari pemerintah atau lembaga dan masyarakat lainnya.

“Kadang-kadang lima hari, kadang tujuh hari, kadang juga delapan hari. Kemarin pas ulang tahun (17 Agustus) bahkan sampai 15 hari baru ada air lagi,” terang salah satu warga kepada tim Dompet Dhufa Jawa Tengah.

Sebanyak 12.000 liter dibagikan kepada 621 Kepala Keluarga atau sekitar 2.000 jiwa di Dusun Wanarata. Setiap Kepala Keluarga hanya mendapat jatah sekitar 4-5 ember. Jumlah tersebut mereka pakai minimal dalam jangka waktu lima hari, hingga bantuan air selanjutnya datang.

“Setiap warga yang didapat terbatas hanya 4 ember per Kepala Keluarga, setiap kali ada bantuan. Kendala yang dihadapi medan yang naik dan jalan yang rusak, truk tangki BPBD yang terbatas dan persewaan tangki swasta yang minim. Sehingga tim mengunakan truk terbuka dengan satu kali distribusi 3.000 Liter,” terang Titi Ngudiati, selaku Direktur Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Jawa Tengah.

Penyaluran bantuan air pun dilakukan tim hingga larut malam. Kehadiran air bersih yang sangat dibutuhkan warga menjadi motivasi tim untuk tidak menunda penyaluran.

Advertisement